
SERAYUNEWS – Aliansi BEM Banyumas Raya, menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi ekonomi nasional dan sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui akun Instagram @bembanyumasraya, Sabtu (12/6/2026).
Dalam pernyataan yang mengusung tajuk “Banyumas Raya Marah”, mahasiswa menyoroti berbagai isu nasional, mulai dari kondisi ekonomi, kenaikan harga kebutuhan pokok, harga bahan bakar minyak (BBM), hingga sejumlah program pemerintah yang menjadi perhatian publik.
Mereka juga mengajak pemerintah daerah dan DPRD Banyumas untuk mendengarkan serta meneruskan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM Banyumas Raya menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk fluktuasi nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, serta kebijakan-kebijakan yang menuai perdebatan di ruang publik.
“Hari ini kita hadir membawa kegelisahan itu ke hadapan wakil rakyat,” demikian salah satu kutipan dalam pernyataan sikap tersebut.
Menurut BEM Banyumas Raya, berbagai persoalan tersebut perlu mendapatkan respons konkret dari para pemangku kebijakan di tingkat daerah maupun nasional.
Selain mengkritisi kebijakan pemerintah pusat, mahasiswa juga meminta Bupati Banyumas dan pimpinan DPRD Banyumas untuk hadir dan merespons aspirasi yang mereka sampaikan.
BEM Banyumas Raya menilai pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk mendengar, mengakomodasi, dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat.
Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat berlangsung setiap hari sehingga membutuhkan perhatian dan komunikasi yang aktif dari para pejabat publik.
Dalam pernyataan sikap tersebut, BEM Banyumas Raya menyampaikan lima tuntutan utama.
1. Efisiensi Anggaran dan Stop Pemborosan APBN
Mahasiswa meminta pemerintah efisiensi anggaran yang dinilai berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan publik. Mereka juga meminta pemerintah menghentikan berbagai bentuk pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
2. Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok dan dan Turunkan Harga BBM
Tuntutan kedua adalah mendorong pemerintah menstabilkan sekaligus menurunkan harga kebutuhan pokok, serta harga BBM yang dianggap semakin membebani masyarakat.
3. Evaluasi Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
BEM Banyumas Raya meminta pemerintah menghentikan dan mengevaluasi secara menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta proyek Koperasi Desa Merah Putih.
4. Tolak Militerisme dan Tegakkan Supremasi Sipil
Mahasiswa juga menyatakan penolakan terhadap praktik militerisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
5. Desak Prabowo-Gibran Mundur
Pada poin terakhir, BEM Banyumas Raya secara terbuka mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu tuntutan yang paling mendapat perhatian publik dalam sikap resmi yang mereka sampaikan.
Pernyataan sikap BEM Banyumas Raya ditutup dengan kalimat yang kerap digunakan dalam berbagai gerakan mahasiswa di Indonesia.
“Jikalau usul ditolak dan kritik dibungkam, maka hanya ada satu kata, lawan.”
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap mahasiswa yang menyatakan akan terus menyuarakan kritik dan aspirasi masyarakat melalui berbagai jalur demokratis yang tersedia.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terkait pernyataan sikap yang disampaikan BEM Banyumas Raya tersebut.