
SERAYUNEWS-Sebagai ruang kreativitas dan mengasah motorik serta ide para peserta didiknya, SMAN 1 Banjarnegara pameran karya seni bertajuk Smansabara Art Festival. Kegiatan tersebut dilakukan di Gedung Balai Budaya Banjarnegara, Sabtu (10/1/2026).
Dalam gelaran Smansabara Art Festival ini ditampilkan berbagai karya seni siswa, mulai dari seni lukis, teaterikal, drama, music, vokal, hingga seni tari. Ajang ini juga menjadi bagian dari pemberian ruang kepada para siswa dalam mengembangkan ide dan kreativitasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Banjarnegara Hadi Kismanto mengatakan, Smansabara Art Festival ini merupakan kali kedua bagi SMAN 1 Banjarnegara. Para siswa mulai dari kelas X hingga XII menampilkan berbagai karya seni mereka.
Tidak hanya seni lukis, tetapi juga seni music, tari, teater, vokal, serta kreativitas lainnya, termasuk membuat konsep dalam pameran, hingga penampilan yang karya seni siswa, mulai dari teater, drama, music, dan lainnya.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengekspresikan dan menuangkan ide yang ada pada mereka, sebagai generasi muda, para siswa ini sudah barang tentu membutuhkan ruang untuk mengeksploitasi ide dan gagasan mereka. Ini adalah ruang bagi mereka untuk menuangkan ide dan gagasan serta kreatifitas melalui karya budaya,” katanya.
Menurutnya, dengan Smansabara Art Festival, sekolah ingin membantu dan membimbing anak didiknya yang berminat di bidang seni budaya untuk terus berkarya, sehingga ajang ini menjadi ruang berkarya dan ruang ekspresi siswa.
“Kami juga memberikan motivasi pada siswa, sehingga mereka berani membuat karya, berekspresi, dan menampilkan karyanya, baik itu seni tari, seni lukis, vokal, music, maupun teater,” ujarnya.
Dengan begitu, mereka merasa memiliki ruang berekspresi, sehingga hal ini sesuai dengan sistem pendidikan saat ini terkait kokurikuler, dimana kegiatan pembelajaran di luar jam inti pembelajaran, untuk lebih memperkuat memperdalam, atau memperkaya materi yang sudah diajarkan di kelas
“Kegiatan ini juga bagian dari upaya sekolah dalam menjembatani teori dan praktik, serta mengembangkan karakter dan kompetensi siswa secara kontekstual, tentunya kegiatan ini masih terintegrasi dengan kurikulum sekolah,” katanya.