
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Kabar baik bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tetapi tidak mengikuti seleksi menggunakan nilai UTBK.
Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Unsoed resmi membuka jalur terakhir penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, yaitu Jalur Mandiri Non-UTBK.
Pendaftaran jalur ini telah dibuka sejak 1 Juli 2026 dan menjadi kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa untuk bergabung di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di Jawa Tengah tersebut.
Berbeda dengan Jalur Mandiri UTBK yang menggunakan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Jalur Non-UTBK menitikberatkan penilaian pada prestasi akademik selama sekolah melalui nilai rapor.
Selain itu, prestasi nonakademik maupun pengalaman berorganisasi juga menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Lantas, berapa biaya pendaftarannya, apa saja syarat yang harus dipenuhi, dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut ulasan lengkapnya.
Berdasarkan informasi resmi SPMB Unsoed, Jalur Mandiri Non-UTBK tahun 2026 dibuka dalam tiga gelombang.
Untuk gelombang terakhir atau Gelombang 3, berikut jadwal lengkap yang perlu Anda catat:
Peserta disarankan tidak menunda proses pendaftaran hingga hari terakhir.
Selain menghindari kendala teknis, hal ini juga memberi waktu yang cukup apabila masih ada dokumen yang perlu dilengkapi.
Salah satu informasi yang paling banyak dicari calon mahasiswa adalah besaran biaya pendaftaran.
Untuk mengikuti Seleksi Mandiri Jalur Non-UTBK Unsoed 2026, peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp350.000.
Pembayaran dapat dilakukan melalui sejumlah bank yang telah bekerja sama dengan Unsoed, yaitu:
Calon peserta perlu memperhatikan bahwa biaya pendaftaran yang telah dibayarkan tidak dapat dikembalikan dengan alasan apa pun.
Oleh karena itu, pastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum melakukan pembayaran.
Di luar biaya pendaftaran, peserta yang nantinya dinyatakan lolos juga harus bersedia membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sesuai ketentuan yang berlaku di Unsoed.
Besaran IPI berbeda-beda tergantung program studi dan pilihan nominal yang tersedia pada saat pendaftaran.
Agar dapat mengikuti seleksi, calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan berikut.
Untuk program sarjana reguler maupun kelas internasional, pendaftar merupakan lulusan SMA, SMK, MA, atau sederajat tahun 2026, 2025, atau 2024.
Sementara itu, bagi pendaftar program Diploma Tiga (D3), lulusan yang diperbolehkan berasal dari tahun 2026, 2025, 2024, 2023, maupun 2022.
Selain itu, peserta wajib memiliki nilai rapor semester 1 hingga semester 5 sebagai dasar penilaian akademik.
Bila memiliki prestasi, peserta juga dapat melampirkan dokumen pendukung berupa piagam atau sertifikat kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional.
Pengalaman aktif dalam organisasi atau kepanitiaan juga menjadi nilai tambah.
Bukti yang dapat diunggah berupa surat keputusan kepengurusan maupun sertifikat organisasi di tingkat kabupaten hingga internasional.
Peserta juga harus bersedia membayar IPI apabila dinyatakan diterima dan tidak diperbolehkan merupakan peserta yang telah mengikuti Seleksi Mandiri Unsoed Gelombang 1 maupun Gelombang 2.
Sebelum menentukan pilihan program studi, ada beberapa ketentuan yang perlu dipahami.
Peserta diperbolehkan memilih maksimal empat program studi. Apabila memilih empat program studi, komposisinya maksimal dua program sarjana dan dua program diploma atau satu program kelas internasional.
Urutan pilihan program studi juga menjadi prioritas dalam proses seleksi. Artinya, program studi yang ditempatkan pada pilihan pertama akan dipertimbangkan lebih dahulu.
Perlu diketahui pula bahwa Seleksi Mandiri Non-UTBK Gelombang 3 tahun 2026 hanya diperuntukkan bagi kelas internasional dan program diploma.
Karena itu, calon peserta perlu memastikan pilihan program studinya telah sesuai dengan ketentuan tersebut.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi SPMB Unsoed. Berikut tahapan yang harus dilakukan:
Kartu peserta tersebut nantinya diperlukan saat proses registrasi apabila dinyatakan lolos seleksi.
Berbeda dengan jalur berbasis tes, Jalur Non-UTBK memberikan ruang bagi siswa yang memiliki rekam jejak prestasi selama sekolah.
Nilai rapor memang menjadi komponen utama penilaian, namun prestasi akademik maupun nonakademik dapat meningkatkan peluang peserta.
Begitu pula pengalaman memimpin organisasi atau aktif dalam kepanitiaan yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Karena itu, calon peserta disarankan mengunggah seluruh dokumen pendukung yang dimiliki agar proses penilaian menjadi lebih optimal.
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, sebaiknya Anda menyiapkan seluruh dokumen sejak awal.
Adapun mulai dari rapor semester 1 hingga 5, pasfoto terbaru, sertifikat prestasi, hingga dokumen organisasi apabila tersedia.
Pastikan pula seluruh data yang dimasukkan sudah benar sebelum melakukan finalisasi. Setelah proses finalisasi dilakukan, peserta umumnya tidak dapat mengubah data yang telah dikirim.
Bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan melalui Jalur Mandiri Non-UTBK Unsoed 2026, kesempatan ini menjadi peluang terakhir pada tahun penerimaan ini.
Dengan memahami jadwal, syarat, biaya pendaftaran, serta tata cara pendaftaran sejak awal, proses seleksi dapat dijalani dengan lebih tenang dan terarah.
Jangan lupa menyelesaikan seluruh tahapan sebelum batas akhir pendaftaran pada 27 Juli 2026 agar kesempatan menjadi mahasiswa baru Unsoed tidak terlewat.***