
SERAYUNEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada 22 hingga 27 April 2026.
Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir.
Berdasarkan analisis kondisi atmosfer terkini, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga sedang.
Namun, terdapat sejumlah daerah dengan curah hujan tinggi, antara lain Kalimantan Barat mencapai 153,4 mm per hari, Jawa Barat 146,4 mm, Sumatera Barat 134,8 mm, Sumatera Utara 121,0 mm, Jawa Tengah 64,0 mm, serta Banten 50,0 mm per hari.
Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas hujan yang perlu diwaspadai.
Peningkatan intensitas hujan dipengaruhi oleh pemanasan permukaan yang kuat pada siang hari sehingga memicu pergerakan massa udara ke atas.
Selain itu, kelembapan udara yang tinggi di lapisan bawah atmosfer mempercepat pembentukan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan lebat dalam durasi singkat, terutama pada sore hingga malam hari.
Dalam beberapa hari ke depan, kondisi iklim global seperti El Nino–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral. Situasi ini tidak memberikan pengaruh dominan terhadap cuaca di Indonesia.
Meski demikian, Monsun Australia mulai menguat dengan membawa massa udara lebih kering dari arah selatan. Dominasi angin timur menjadi salah satu indikator awal peralihan musim di sejumlah wilayah.
Selain itu, aktivitas fenomena atmosfer lain turut meningkatkan peluang hujan. Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau berada pada fase 8 dan diperkirakan melintasi wilayah barat Indonesia, termasuk Aceh.
Gelombang Kelvin juga aktif di wilayah Sumatera, Jawa bagian barat, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, hingga Papua.
Sementara gelombang Rossby Ekuatorial terpantau aktif di Bali, Nusa Tenggara, Maluku bagian selatan, serta Papua bagian selatan.
Pada periode 22–23 April 2026, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di berbagai wilayah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, seluruh wilayah Kalimantan, serta sebagian besar wilayah Sulawesi.
Wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, hingga Papua Selatan juga termasuk dalam kategori yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah tertentu seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi bagian selatan, Papua Pegunungan, serta Papua Selatan.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
Memasuki periode 24–27 April 2026, hujan ringan hingga sedang masih mendominasi.
Namun, potensi hujan sedang hingga lebat tetap terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
BMKG juga mencatat potensi hujan sangat lebat yang lebih terfokus di wilayah Papua Pegunungan. Selain itu, peningkatan kecepatan angin diperkirakan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor, serta gangguan pada sektor transportasi.
Risiko ini meningkat terutama di wilayah dengan sistem drainase kurang optimal maupun kawasan rawan bencana.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Selain itu, masyarakat diharapkan memastikan saluran air tetap bersih guna mencegah genangan, serta mewaspadai potensi pohon tumbang atau kerusakan ringan akibat angin kencang.
Peringatan ini menjadi dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut.