
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Artha Lestari Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, berhasil mengukir inovasi pertanian baru. BUMDes tersebut sukses mengubah pola bertani konvensional menjadi budidaya melon modern menggunakan sistem greenhouse dan hidroponik di kawasan perbukitan.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa wilayah pegunungan yang selama ini identik dengan pertanian tradisional ternyata mampu menghasilkan buah melon kualitas premium dengan hasil panen melimpah.
Direktur BUMDes Artha Lestari (Arles) Desa Gumelar, Guno Purtopo, mengungkapkan bahwa lembaga yang berdiri sejak 2014 ini terus berupaya mengembangkan berbagai unit usaha. Selain pengolahan tepung tapioka, PAMDes, dan budidaya pisang mas kirana, kini BUMDes fokus mengembangkan potensi budidaya melon hidroponik.
Pengelola BUMDes Artha Lestari, Hariwoto, menjelaskan bahwa program ini berawal dari inisiatif untuk mengajak para petani lokal beralih ke metode bertani yang lebih modern.
“Awalnya dari BUMDes Artha Lestari mengajak petani yang sebelumnya bertani secara konvensional untuk mencoba budidaya melon dengan sistem hidroponik di greenhouse. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, buahnya lebih besar dan kualitasnya juga lebih baik,” ujar Hariwoto, Senin (20/07/2026) siang.
Untuk menjaga mutu buah, setiap tanaman menjalani perawatan intensif, mulai dari proses polinasi (penyerbukan), penyemprotan hama, pelilitan tanaman, pruning (pemangkasan) daun dan cabang, hingga seleksi buah.
Saat ini, BUMDes Artha Lestari membudidayakan tiga jenis varietas melon unggulan, yakni Dalmatian, Melon Madu, dan Rock Melon.
Ketiga varietas ini dikenal memiliki cita rasa manis dengan kandungan air tinggi. Meski berada di wilayah perbukitan, kondisi iklim di Gumelar justru dinilai sangat mendukung pertumbuhan tanaman melon.
Dari total sekitar 880 pohon yang ditanam, rata-rata setiap pohon mampu menghasilkan buah dengan berat sekitar 2 kilogram. Produktivitas ini menegaskan potensi besar kawasan perbukitan untuk dikembangkan menjadi sentra hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Momen panen raya melon ini mendadak menjadi daya tarik bagi warga sekitar maupun pengunjung luar desa. Banyak warga yang sengaja datang untuk merasakan pengalaman membeli buah langsung dari kebun (petik sendiri) sekaligus menikmati suasana di dalam greenhouse.
Selain mendapatkan buah yang jauh lebih segar, harga yang ditawarkan BUMDes juga tergolong kompetitif, yakni Rp25.000 per kilogram.
Salah seorang pengunjung, Siti, mengaku terkesan dengan kualitas melon yang dipanen langsung dari greenhouse tersebut.
“Rasanya manis, mantap sekali. Kami memang rutin jalan-jalan setiap minggu, lalu melihat kebun melon ini dan kebetulan sedang mulai panen, jadi kami mampir,” ungkap Siti.
Menurut Siti, banyak kelebihan ketika beli melon di kebunnya langsung. Selain lebih murah, ada kepuasan tersendiri bisa berswafoto saat memetik.
“Harganya sangat terjangkau, hanya sekitar Rp25.000 per kilogram. Dibandingkan di pasar, di sini lebih murah. Buahnya juga segar, manis, dan cocok sekali untuk dinikmati bersama keluarga,” ujarnya.
Keberhasilan BUMDes Artha Lestari dalam menerapkan teknologi pertanian modern ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Inovasi hidroponik ini terbukti tidak hanya meningkatkan produktivitas hasil panen, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi yang mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa.