
JAKARTA, SERAYUNEWS – Tiga program Desa Energi Berdikari (DEB) binaan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap sukses mencuri perhatian pengunjung Festival DEB 2026 Pertamina yang berlangsung di Graha Pertamina, Jakarta, Kamis–Jumat (27–28/8/2026).
Ketiga program unggulan tersebut yakni DEB berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) Dusun Bondan, Kecamatan Kampung Laut; DEB Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah; serta DEB Bank Sampah Abhipraya yang juga berada di Kelurahan Kutawaru.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menjelaskan DEB Dusun Bondan memadukan dua inisiatif, Energi Mandiri Tenaga Surya dan Angin (E-Mas Bayu) dan Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mbak Mina).
“DEB Dusun Bondan hadir sebagai solusi kebutuhan penerangan listrik bagi masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk kegiatan produktif. Program ini telah memberikan manfaat bagi 78 kepala keluarga, 40 rumah, satu sekolah, dan satu sarana ibadah, sekaligus mendukung pengembangan tambak ikan polikultur,” jelas Agustiawan.
Sementara itu, DEB Kelurahan Kutawaru mengembangkan budidaya kepiting melalui inovasi Rumah Susun Kepiting Berbasis Energi (Rusun Tinggi). Inovasi tersebut menjadi solusi budidaya kepiting di tengah keterbatasan lahan.
Teknologi Rusun Tinggi diintegrasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi untuk menggerakkan aerator. Dengan konsep tersebut, budidaya kepiting dapat dilakukan secara lebih fleksibel di rumah-rumah warga tanpa membutuhkan lahan yang luas.
Adapun DEB Bank Sampah Abhipraya Kutawaru melalui program Masyarakat Mandiri Kutawaru Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Terpojok (MAMAKU SIGAP) menghadirkan pemanfaatan energi bersih PLTS sebagai sumber energi dalam proses pengolahan dan pembuatan produk bernilai ekonomis.
Menurut Agustiawan, ketiga program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Ketiga DEB ini memiliki karakteristik yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan energi bersih yang tidak berhenti pada penyediaan energi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan kemandirian masyarakat,” imbuhnya.
Imbuh Agus, keberadaan DEB binaan ini menjadi salah satu implementasi program Cegah Boros Energi dengan Edukasi Masyarakat (CERDAS). Ini adalah salah satu program dalam rangkaian Bulan Energy & Loss 2026 melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, dalam sambutannya mengatakan DEB dirancang tidak hanya untuk mengenalkan energi terbarukan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong kemampuan masyarakat memanfaatkan energi tersebut secara produktif.
“Energi terbarukan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, DEB tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga bagaimana energi tersebut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Oki.
Hingga saat ini, Pertamina telah menjalankan 269 program DEB di berbagai wilayah. Sebanyak 166 program mengusung tema ketahanan pangan, 58 program mengembangkan wisata energi, dan 45 program berfokus pada pesisir modern.
Pemanfaatan energi terbarukan dalam program-program tersebut ditopang oleh 237 panel surya, 21 instalasi metana dan biogas, 8 mikrohidro, 2 biodiesel, serta 1 sistem hybrid. Secara keseluruhan, kapasitas energi baru terbarukan yang dimanfaatkan mencapai sekitar 1,35 MWp, disertai produksi biogas dan metana sebesar 959.302 meter kubik.
Implementasi DEB telah memberikan manfaat kepada 283.961 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas, sekaligus menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp5,65 miliar per tahun. Program tersebut juga mendukung produksi padi sebesar 21.357 ton per tahun serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon secara kumulatif sekitar 1,09 juta ton CO2e.
Keberlanjutan program turut diperkuat oleh 223 Local Hero tersertifikasi yang berperan dalam pengoperasian serta memastikan keberlanjutan pemanfaatan energi di tengah masyarakat.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto turut menyempatkan diri mengunjungi booth tiga program DEB binaan Kilang Cilacap. Kunjungan tersebut dilakukan bersama Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang.
Brian mengapresiasi implementasi DEB yang dinilai menjadi contoh nyata pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki berbagai hasil riset dan inovasi yang berpotensi untuk terus dikembangkan dan diterapkan di desa-desa.
“Kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat membuka ruang yang lebih luas bagi hilirisasi riset dan pengembangan teknologi tepat guna. Inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi akan semakin memberikan dampak apabila dapat diimplementasikan dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” tutur Brian.
Festival DEB 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan berbagai inovasi pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Tiga program binaan Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menjadi contoh bagaimana energi bersih dapat diintegrasikan dengan potensi lokal untuk menciptakan manfaat sosial, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan.