Jumat, 24 September 2021

Bupati Banyumas Apresiasi KKN Mahasiswa UMP Dampingi Pasien Covid

Bupati Banyumas, Achmad Husain bersama mahasiswa KKN UMP di halaman Pondok Slamet, Baturaden, Minggu (15/8). (Hermiana)

Selama satu bulan sebanyak 137 mahasiswa Universitas Muhammdadiyah Purwokerto (UMP) melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mendampingi dan membantu pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi terpusat. Hal tersebut sangat membantu Pemkab Banyumas, terlebih saat pasien Covid-19 meningkat tajam pada bulan Juli lalu.


Purwokerto, serayunews.com

Bupati Banyumas, Achmad Husein menyatakan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada para mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugas KKN di Pondok Slamet, Baturraden, salah satu tempat isolasi terpusat di Banyumas. Menurutnya, kerja para mahasiswa sangat bagus, berdasarkan laporan dari para pasien maupun petugas media di Pondok Slamet.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa UMP, kita memang sangat membutuhkan tambahan tenaga untuk penanganan pasien Covid-19, sudah banyak saya tawarkan dan UMP merupakan salah satu yang paling cepat merespons kebutuhan tersebut,” kata Bupati saat serah terima kembali mahasiswa KKN di halaman Pondok Slamet, Baturraden, Minggu (15/8).

Menurut Husein, para mahasisa UMP sangat bisa diandalkan. Selama satu bulan menjalani KKN, banyak yang sudah dilakukan dalam membantu penanganan pasien Covid-19.

“Sayangnya hanya satu bulan, padahal kerja kita mengatasi Covid-19 masih panjang, semoga ke depan ada lagi yang bisa diterjunkan di sini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UMP, Dr Jebul Suroso menyampaikan, ada tiga fakutas yang terlibat dalam KKN kali ini, yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Farmasi. KKN tematik penanggulangan Covid-19, merupakan bentuk KKN yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.

“KKN ini merupakan upaya kemanusiaan, kita merespons kebutuhan Kabupaten Banyumas saat ini yang sedang membutuhkan banyak relawan untuk penanganan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi. Sehingga bagi masyarakat dan pemkab juga membantu dan bagi mahasiswa juga bermanfaat, karena menambah pengalaman baru, meskipun KKN kali ini sangat berisiko, namun para mahasiswa bisa bertahan dan menyelesaikan dengan baik,” jelas Rektor.

Salah satu mahasiswa KKN, Kartika Sari Dewi mengatakan, ia mendapatkan banyak pengalaman selama menjalani KKN. Mulai dari membantu pasien Covid-19 untuk menjalani senam pagi dan cek kesehatan, hingga melihat langsung perjuangan ibu yang sedang hamil untuk sembuh dari Covid-19.

“Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak mungkin terlupakan, saya melihat langsung bagaimana seorang ibu berjuang untuk bertahan, ia berjuang bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk calon bayinya,” tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini