
SERAYUNEWS– Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, didampingi istri Syahzani Fahmi Muhammad Hanif, mengunjungi korban bencana tanah longsor di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Senin (13/4/2026). Kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan penanganan cepat bagi warga terdampak.
Dalam kunjungannya, Bupati Fahmi menemui tiga kepala keluarga terdampak yakni Sunaryo, Sugiatno, dan Yono. Bencana longsor yang terjadi sehari sebelumnya tersebut mengakibatkan satu korban jiwa dan satu korban luka, serta merusak tiga rumah di bagian belakang.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Fahmi menyerahkan santunan berupa uang tunai, logistik, serta bantuan peralatan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama PMI dan Baznas. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Kami dari pemerintah daerah siap mensupport berbagai hal yang dibutuhkan, mengingat akibat bencana ini ada kerusakan-kerusakan hingga korban jiwa,” ujar Bupati Fahmi.
Selain bantuan darurat, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan lanjutan, mulai dari pembersihan material longsoran hingga penataan tebing untuk mencegah bencana susulan.
“Selain itu kami juga akan membantu perbaikan rumah, mulai dapur dan kamar mandi untuk kemudian bisa dipakai kembali,” tambahnya.
Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan penataan tebing karena masih mengancam 5 rumah warga.
“Tentu ini sangat meringankan beban bagi mereka yang tertimpa musibah ini,” ungkapnya.
Dari hasil asesmen tim geologi Universitas Jenderal Soedirman, kondisi lereng dinilai rawan karena terdiri dari bongkahan batu dengan lapisan tanah tipis. Anggota tim, Egy Erzagian, merekomendasikan penanganan cepat melalui pengurangan kemiringan lereng dengan sistem terasering serta pembersihan material tidak stabil.
Tanah longsor terjadi di RT 14 RW 5 Tambleg Pondokangka Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Minggu (12/4/2026). Satu orang korban dilaporkan meninggal dunia karena rumahnya tertimbun longsor.
Tiga Rumah Terdampak
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapinidriat ketika mengatakan peristiwa longsor tersebut terjadi pukul 09.30 WIB. Data awal menyebutkan longsor menyebabkan tiga rumah terdampak. “Dampak 3 rumah bagian belakang tertimbun longsoran material batu dan tanah,” terangnya dalam pesan singkat.
Satu Korban Meninggal Dunia
Rumah yang terkena longsor masing-masing milik Sunaryo, Sugiyanto dan Yono. Korban meninggal dunia adalah Yanti (37) yang merupakan istri Yono. Sedangkan satu korban lagi yaitu Kasini (34) yang merupakan istri Sugiatno mengalami luka.