
PURWOKERTO, SERAYUNEWS- Anak semestinya bepergian dengan pendampingan orang dewasa. Namun, ada kalanya anak harus menempuh perjalanan sendiri.
Bepergian sendiri dengan kereta api memang bisa menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus melatih kemandirian anak.
Namun, orang tua tetap perlu melakukan persiapan secara matang agar perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan minim kendala.
Moda transportasi yang cukup aman untuk dipilih adalah kereta api. Nah, bagaimana prosedurnya?
Apa yang perlu orang tua lakukan sebelum anak bepergian sendirian naik kereta api? Simak infomasinya dalam artikel ini.
Sebelum keberangkatan, orang tua sebaiknya memberikan penjelasan kepada anak mengenai alur perjalanan yang akan dilalui.
Misalnya, mengenalkan suasana stasiun, menjelaskan pentingnya tetap berada di tempat duduk selama perjalanan, serta mengingatkan agar tidak menerima makanan atau ajakan dari orang yang tidak dikenal.
Pengetahuan sederhana seperti ini dapat membantu anak merasa lebih percaya diri sekaligus meningkatkan kewaspadaannya.
Selain itu, pastikan barang bawaan anak tidak terlalu banyak agar mudah dibawa sendiri.
Gunakan tas yang ringan dan mudah dijangkau, serta simpan barang-barang penting seperti tiket, kartu identitas, uang secukupnya, dan ponsel di tempat aman.
Orang tua juga dapat menyiapkan daftar barang bawaan agar tidak ada perlengkapan yang tertinggal sebelum berangkat.
Anda dapat membeli tiket untuk anak melalui aplikasi resmi KAI atau mitra penjualan resmi. Jangan lupa isikan nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Anda bisa menghubungi KAI lewat email resmi atau media sosial. Sampaikan bahwa anak akan menempuh perjalanan sendirian tanpa orang dewasa.
Mintalah nomor kontak kondektur kereta yang menjalankan tugas dalam rangkaian kereta anak. Hubungi kondektur yang bertugas pada H-1 atau sebelum berangkat.
Setelah mendapatkan nomor kondektur, hubungi dan sampaikan informasi mengenai keberangkatan anak. Anda bisa memberikan informasi rinci tentang nomor kursi, nomor gerbong, dan tujuan akhir anak.
Selain itu, Anda dapat meminta kondektur agar memantau anak selama perjalanan yang dia tempuh.
Di hari keberangkatan, datanglah ke stasiun lebih awal dari jam keberangkatan kereta. Ketika check-in, hubungi petugas.
Sampaikan pada petugas jika anak akan bepergian tanpa pendampingan orang tua.
Antar anak sesuai jam keberangkatan, bahkan lebih awal. Jangan terlalu mepet agar Anda tidak tergesa-gesa. Anda juga memiliki waktu cukup untuk menginformasikan pada petugas.
Selanjutnya, penjemput juga tidak boleh terlambat. Pastikan penjemput datang sebelum anak tiba di stasiun tujuan. Jadi, saat anak sampai, dia tidak kebingungan atau menunggu terlalu lama.
Agar anak tidak kerepotan saat merasa lapar atau haus, bekali dengan jajanan atau minuman kesukaan.
Hal ini juga akan membuat anak lebih tenang. Selain itu, anak tidak perlu bolak-balik keluar dari kursi.
Bekali anak dengan ponsel yang bisa dia operasikan sendiri dan memiliki kuota internet aktif. Pastikan juga daya ponsel terisi penuh.
Jangan lupa beri tahu anak nomor-nomor penting, seperti nomor penjemput atau kondektur kereta yang bertugas.
Anda juga bisa menuliskan nomor penjemput, orang tua, atau alamat di sebuah kertas dan letakkan di tas anak. Jadi, saat ada hal tak terduga, seperti ponsel tiba-tiba mati, kondektur masih bisa membantu anak.
Pada dasarnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengutamakan keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang, termasuk anak yang melakukan perjalanan tanpa pendamping orang tua.
Meski demikian, keberhasilan perjalanan tetap membutuhkan kerja sama antara keluarga, petugas, serta penjemput di stasiun tujuan.
Dengan mengikuti prosedur yang berlaku dan mempersiapkan kebutuhan sejak jauh hari, orang tua dapat lebih tenang saat melepas anak bepergian sendiri menggunakan kereta api.
Persiapan yang matang akan membantu anak menjalani perjalanan dengan aman, nyaman, dan menjadi pengalaman berharga untuk belajar mandiri.***