
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Simak cara nonton Strawberry Moon 2026. Pasalnya, fenomena Strawberry Moon 2026 menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan pada bulan Juni.
Bulan purnama yang dikenal memiliki tampilan cantik saat terbit ini diperkirakan akan menghiasi langit Indonesia pada Kamis, 11 Juni 2026.
Meski puncak fase purnama terjadi pada pukul 16.44 WIB, waktu tersebut bukanlah momen terbaik untuk menikmati keindahan Strawberry Moon dari Indonesia.
Justru, saat matahari mulai terbenam dan bulan muncul di ufuk timur sekitar waktu magrib, masyarakat dapat menyaksikan pemandangan yang jauh lebih memukau.
Fenomena ini selalu menarik perhatian karena bulan tampak lebih besar dan berwarna kuning hingga oranye keemasan ketika baru terbit.
Tak heran jika Strawberry Moon menjadi salah satu bulan purnama paling fotogenik sepanjang tahun.
Lantas, bagaimana cara menyaksikan Strawberry Moon 2026? Simak panduan lengkap berikut.
Berdasarkan data astronomi dari NASA dan BMKG, Strawberry Moon 2026 mencapai fase purnama pada:
Kamis, 11 Juni 2026
Pukul 16.44 WIB
Namun, karena pada waktu tersebut bulan belum terbit di sebagian besar wilayah Indonesia, Anda baru bisa menikmati fenomena ini setelah matahari terbenam.
Waktu terbaik untuk mengamati Strawberry Moon adalah sekitar 10 hingga 20 menit setelah magrib, ketika bulan mulai muncul dari ufuk timur.
Pada fase awal kemunculannya inilah bulan terlihat paling besar secara visual sekaligus memiliki warna kuning-oranye yang khas.
Banyak orang mengira ukuran Strawberry Moon memang lebih besar dibandingkan bulan purnama lainnya.
Padahal, ukuran fisiknya hampir sama seperti bulan purnama biasa.
Kesan bulan tampak raksasa muncul karena Moon Illusion, yaitu ilusi optik yang membuat bulan terlihat lebih besar ketika berada dekat cakrawala dibandingkan saat sudah tinggi di langit.
Selain itu, cahaya bulan juga harus melewati lapisan atmosfer Bumi yang lebih tebal ketika baru terbit.
Akibatnya, cahaya biru lebih banyak tersebar, sementara warna merah, kuning, dan oranye lebih dominan.
Itulah sebabnya Strawberry Moon terlihat hangat dan sangat indah untuk dipotret.
Banyak orang mengira nama Strawberry Moon diberikan karena bulan akan berubah menjadi merah muda seperti buah stroberi.
Anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat. Nama Strawberry Moon berasal dari tradisi suku Algonquin, masyarakat adat di Amerika Utara.
Mereka memberi nama setiap bulan purnama berdasarkan musim dan aktivitas alam.
Karena bulan purnama pada Juni bertepatan dengan musim panen stroberi liar, maka bulan tersebut dinamakan Strawberry Moon.
Jadi, nama itu tidak menggambarkan warna bulan, melainkan penanda datangnya musim panen.
Menikmati Strawberry Moon tidak membutuhkan peralatan astronomi yang mahal.
Bahkan, Anda cukup menggunakan mata telanjang atau kamera ponsel untuk mengabadikan momen tersebut. Berikut beberapa tipsnya.
1. Pilih Lokasi yang Minim Polusi Cahaya
Carilah tempat dengan langit yang relatif gelap.
Anda bisa memilih kawasan pantai, perbukitan, area persawahan, taman kota di pinggiran, atau tempat terbuka yang jauh dari lampu perkotaan.
Semakin sedikit cahaya buatan, semakin jelas bulan terlihat.
2. Hadap ke Arah Timur Saat Magrib
Gunakan aplikasi kompas di ponsel untuk memastikan arah timur.
Sekitar 10–20 menit setelah matahari terbenam, bulan akan mulai muncul perlahan dari ufuk timur dengan warna oranye keemasan.
Momen inilah yang paling dinantikan para fotografer.
3. Gunakan Kamera HP
Anda tidak harus memiliki kamera profesional.
Aktifkan Mode Pro atau Mode Night pada kamera ponsel apabila tersedia. Atur ISO pada kisaran 100–400 agar hasil foto lebih bersih.
Gunakan kecepatan rana yang sedikit lebih lambat dan manfaatkan zoom optik bila tersedia.
Jika memiliki tripod mini, gunakan agar hasil foto tetap tajam dan tidak buram akibat guncangan tangan.
4. Manfaatkan 30 Menit Pertama
Periode sekitar 30 menit setelah bulan terbit sering disebut sebagai golden moment.
Pada waktu tersebut, Strawberry Moon masih berada rendah di cakrawala sehingga tampak lebih besar dan memiliki warna paling hangat.
Semakin tinggi posisi bulan, warnanya akan berubah menjadi putih terang dan efek visual bulan raksasa mulai berkurang.
Selain menjadi fenomena astronomi, Strawberry Moon juga menjadi momen favorit bagi para pencinta fotografi.
Banyak fotografer memanfaatkan latar bangunan, pegunungan, mercusuar, atau pepohonan untuk menghasilkan foto bulan yang dramatis.
Fenomena ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk belajar lebih banyak mengenai astronomi.
Anak-anak dapat dikenalkan pada fase-fase bulan, penyebab bulan purnama, hingga bagaimana atmosfer Bumi memengaruhi warna bulan yang terlihat dari permukaan.***