
SERAYUNEWS– Pemkab Cilacap gelorakan kembali permainan anak tempo dulu yang kini semakin ditinggalkan karena pengaruh perubahan zaman yang semakin modern dan canggih. Acara dikemas dalam Festival Dolanan Bocah, salah satu upaya menghindarkan anak dari ketergantungan gadget atau handphone yang semakin mengkhawatirkan.
Festival Dolanan Bocah ini diikuti sebanyak 3000 pelajar di Cilacap, baik dari tingkat TK hingga SMA. Acara berlangsung di Taman Bangga Mbangun Desa, Cilacap, Rabu (24/7/2024). Kegiatan ini sekaligus dijadikan perayaan Hari Anak Nasional ke-40 tahun 2024.
“Kita ingin menyajikan suasana yang riang gembira sehingga mereka memperoleh pengalaman dan keseruan yang beda. Mudah-mudahan ini akan tertanam dalam hati serta akan membuat anak-anak memiliki pikiran dan tingkah laku yang baik karena generasi ini yang akan membawa Cilacap semakin maju dan bercahaya,” ujar Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Fitri Awaluddin Muuri.

Pj. Bupati Cilacap Awaluddin Muuri yang hadir dengan Pejabat Forkopimda berharap, agar ke depannya anak-anak bisa bebas berekspresi sesuai perkembangan zaman. Namun tetap menyesuaikan aturan yang berlaku. Tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan namun juga teknologi dan keimanannya.
“Merupakan tugas kita semua, orang tua, guru dan pemerintah untuk membimbing anak-anak terutama agar bijak dalam bermedia sosial. Gunakan teknologi untuk belajar dan memperkaya pengetahuan bukan sekedar untuk bermain,” ujarnya.
Festival Dolanan Bocah ini juga disediakan aneka permainan tradisional tempo dulu seperti dam-daman, ular tangga, sunda manda. Lalu, tebak kata, dakon, lompat karet, cublak-cublak suweng dan lainnya. Cara itu bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional dan mengenalkannya kepada anak-anak.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Cilacap, Arida Puji Hastuti mengatakan, melalui Festival Dolanan Bocah, maka anak-anak dikenalkan pada permainan yang mengasah motorik, baik motorik otak sampai pergerakan tubuhnya.
Kegiatan digelar di outdoor dengan banyak permainan tradisonal. Melalui permainan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan bermain HP.
“Manfaatnya luar biasa, sehingga anak-anak terkurangi untuk bermain gadget (HP). Jadi tidak setiap hari mainan HP tapi dengan permainan lain yang justru bagus sekali untuk merangsang motorik anak,” ujarnya.
Festival Dolanan Anak juga dimeriahkan dengan senam gemar makan ikan dan tour bersama dari Pendapa Wijayakusuma hingga ke Taman Bangga Mbangun Desa. Selain itu juga diisi dengan pentas seni dari sejumlah sekolah.