
SERAYUNEWS – Harga emas hari ini, Selasa 9 Juni 2026, kembali menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang rutin menabung logam mulia.
Setelah beberapa waktu bergerak di level tinggi, harga emas batangan Antam pada pagi ini tercatat mengalami penurunan.
Berdasarkan informasi terbaru yang dipantau melalui laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp10.000 per gram.
Penurunan ini juga diikuti oleh harga beli kembali atau buyback yang turut terkoreksi. Pergerakan harga emas memang dipengaruhi banyak faktor.
Adapun mulai dari kondisi ekonomi global, nilai tukar dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral hingga sentimen pasar terhadap aset safe haven.
Karena itu, harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Pada perdagangan Selasa pagi pukul 08.56 WIB, harga emas Antam tercatat berada di level Rp2.733.000 per gram.
Angka tersebut turun dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di Rp2.743.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau harga yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangan ke PT Antam Tbk juga mengalami penurunan. Saat ini harga buyback berada di level Rp2.527.000 per gram.
Bagi Anda yang berencana membeli atau menjual emas dalam waktu dekat, informasi ini penting untuk dijadikan pertimbangan sebelum melakukan transaksi.
Berikut rincian harga emas batangan Antam berdasarkan pecahan yang tercatat pada perdagangan hari ini:
Harga tersebut merupakan harga resmi yang berlaku saat informasi dipublikasikan. Namun perlu diingat bahwa harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.
Banyak orang menganggap emas sebagai instrumen investasi yang aman. Meski demikian, harga emas tetap mengalami fluktuasi setiap hari.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas adalah kondisi ekonomi global.
Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, investor biasanya beralih ke emas sebagai aset pelindung nilai sehingga harga cenderung naik.
Sebaliknya, saat kondisi ekonomi membaik dan investor mulai berani menempatkan dana pada aset berisiko seperti saham, permintaan emas dapat menurun dan harga berpotensi terkoreksi.
Selain itu, nilai tukar dolar AS juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga emas dunia.
Ketika dolar menguat, harga emas sering kali mengalami tekanan. Sebaliknya, saat dolar melemah, emas cenderung lebih menarik bagi investor.
Sebelum membeli emas batangan, ada baiknya Anda memahami aturan perpajakan yang berlaku.
Berdasarkan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:
Setiap transaksi pembelian emas batangan akan disertai bukti pemotongan PPh 22 sebagai dokumen resmi transaksi.
Pajak tersebut berlaku untuk seluruh jenis emas batangan yang diperdagangkan, mulai dari pecahan 1 gram hingga 1 kilogram.
Tidak hanya saat membeli, transaksi penjualan kembali atau buyback emas juga dikenakan ketentuan perpajakan.
Penjualan kembali emas batangan kepada PT Antam Tbk dengan nilai transaksi lebih dari Rp10 juta akan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar:
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima oleh penjual.
Karena itu, bagi investor yang memiliki rencana investasi jangka panjang, memahami ketentuan pajak dapat membantu menghitung potensi keuntungan secara lebih akurat.
Pertanyaan ini sering muncul ketika harga emas mengalami koreksi. Pada dasarnya, keputusan membeli emas bergantung pada tujuan investasi masing-masing.
Bagi investor jangka panjang, penurunan harga seperti yang terjadi hari ini kerap dianggap sebagai peluang untuk menambah kepemilikan emas secara bertahap.
Strategi membeli secara berkala atau dollar cost averaging juga banyak digunakan untuk mengurangi risiko fluktuasi harga.
Sementara itu, bagi investor yang berorientasi jangka pendek, penting untuk terus memantau perkembangan harga emas serta faktor ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan logam mulia.
Dengan harga emas Antam yang turun menjadi Rp2.733.000 per gram pada 9 Juni 2026, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengevaluasi kembali rencana investasi mereka.
Meski mengalami penurunan harian, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena kemampuannya menjaga nilai aset dalam jangka panjang.***