
SERAYUNEWS- Masih ingat momen tegang menunggu pengumuman SNBP? Tahun ini, ribuan siswa SMA berlomba rebut kursi PTN impian lewat jalur prestasi ini.
Banyak yang tak sadar, ada jebakan kecil yang bisa bikin mimpi kuliah gratis pupus seketika.
Yuk, simak lima alasan utama siswa langsung dicoret sebelum mulai pendaftaran.
1. Tak Masuk Kuota Eligible Sekolah
Setiap sekolah memiliki kuota siswa yang memenuhi syarat berdasarkan akreditasinya. Sekolah A mendapat 40% dari siswanya yang terbaik, Sekolah B 25%, dan Sekolah C hanya 5%.
Jika tidak masuk dalam peringkat atas itu, otomatis tidak lulus meski nilai rapor bagus. Sekolah menentukan peringkat berdasarkan nilai rapor dari semua semester beserta prestasi tambahan.
2. Nilai TKA Belum Lengkap
Tahun 2026 berbeda, siswa wajib memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang lengkap, terdiri dari 3 mata pelajaran wajib dan 2 mata pelajaran pilihan.
Sistem akan melakukan pemeriksaan otomatis saat sekolah memasukkan data PDSS. Jika data tidak lengkap, siswa langsung tidak masuk ke dalam daftar yang memenuhi syarat.
TKA juga berfungsi sebagai pengecek akhir rapor dan akan memperbaiki jika ada tindakan tidak jujur.
3. Belum Terdaftar di PDSS
Tanpa data yang lengkap di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), siswa tidak akan dianggap layak.
Sekolah wajib memasukkan nilai rapor semua mata pelajaran dengan benar sebelum 2 Februari 2026. Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) harus benar dan valid.
Rapor semester 1 hingga semester 5 (kecuali semester terakhir) harus memenuhi syarat. Kesalahan dari sekolah sering kali membuat siswa yang tidak bersalah jadi terkena dampak.
4. Riwayat Lulus SNBP Sebelumnya
Sudah lulus SNBP tahun 2024, 2025, atau 2026? Langsung tidak boleh mendaftar UTBK-SNBT 2026 atau jalur mandiri di PTN manapun.
Peraturan ini bertujuan agar kuota tidak terkumpul pada satu siswa saja. Siswa yang sudah lulus tidak boleh mendaftar lagi. Fokusnya adalah pada siswa baru yang punya prestasi terbaru dan konsisten.
5. Kecurangan Terbukti atau Data Palsu
Sekolah atau siswa ketahuan curang, sanksi berat menanti. Peserta lulus tapi terbukti menipu, status akan batal, dan sekolah bisa masuk daftar pemblokiran dalam SNBP tahun depan.
Prestasi palsu atau manipulasi rapor langsung ketahuan via TKA dan verifikasi PTN, karena memang demikian peraturan resminya.
– Persiapan SNBP 2026 sudah mulai sejak pengumuman kuota sekolah pada 26 Desember lalu.
– Registrasi akun sekolah bermula dari 5 Januari, PDSS sampai 2 Februari, dan pendaftaran siswa dari 3 sampai 18 Februari.
– Nilai rapor minimal 50% dari bobot utama, ditambah dua mata pelajaran pendukung dari prodi pilihan, serta prestasi terbaik tiga.
– Pilih prodi dengan bijak, salah satu boleh di luar provinsi, tapi dua prodi harus di provinsi asal sekolah.
– Penambahan portofolio wajib untuk jurusan seni dan olahraga, serta kepala sekolah harus mengesahkan.
Prestasi yang unggul bukan hanya mimpi, tapi langkah nyata yang bisa berawal dari hari ini.***(Ofik Sarifudin)