
CILACAP, SERAYUNEWS – Kabupaten Cilacap menjadi tuan rumah Temu Indonesia Brand Activist Network (IBAN) Nasional VI, Selasa (4/8/2026). Forum tahunan yang mempertemukan jaringan aktivis brand dari berbagai daerah ini membawa semangat kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Gelaran tersebut didukung pegiat branding nasional Arto Biantoro bersama Local Brand Activist Romi Jabrand. Melalui jaringan IBAN, para pelaku usaha lokal didorong tidak hanya membangun merek yang kompetitif, tetapi juga menghadirkan produk yang mempunyai nilai dan memberikan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat.
Rangkaian kegiatan Temu IBAN Nasional VI berlangsung di sejumlah lokasi di Cilacap, mulai dari Politeknik Negeri Cilacap (PNC), kawasan pesisir Kutawaru hingga ruang berkumpulnya para pelaku industri kreatif lokal.
Kegiatan diawali melalui Festival Dampak yang mempertemukan peserta dengan sejumlah inspirator pemberdayaan masyarakat. Forum tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi lingkungan melalui penanaman mangrove bertajuk “Hutan Jejak IBAN” di kawasan Ekowisata Simanja, Kutawaru.
Para peserta diajak menyusuri ekosistem pesisir Segara Anakan melalui Mangrove River Cruise sekaligus melakukan penanaman bibit mangrove. Kegiatan ini menjadi simbol kontribusi peserta dalam menjaga ekosistem pesisir, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap mitigasi perubahan iklim.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menggunakan Kapal Banawa Nusantara 70 yang dikelola Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cilacap.
Project Director Temu IBAN Nasional VI Cilacap sekaligus Dosen Teknik Elektro PNC, Afrizal Abdi Musyafiq, mengatakan kegiatan tahun ini memang diarahkan agar tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi daerah.
“Kami ingin Temu IBAN tidak berhenti sebagai ajang diskusi atau seminar semata, tetapi menjadi pemantik gerakan nyata. Di Cilacap, kami mengintegrasikan penguatan kapasitas brand lokal dengan edukasi pelestarian lingkungan pesisir,” kata Afrizal kepada Serayunews, Rabu (5/8/2026).
Ia berharap para kreator lokal semakin percaya diri memasukkan nilai kepedulian lingkungan sebagai bagian dari identitas dan cerita produk yang mereka kembangkan.
Kegiatan tersebut turut mempertemukan berbagai unsur, mulai komunitas Cilacap Kreatif, Disparpora Kabupaten Cilacap, Politeknik Negeri Cilacap hingga DKV Telkom University Purwokerto. Kolaborasi lintas sektor itu diharapkan memperkuat ekosistem industri kreatif di Cilacap.
Potensi ekonomi kreatif Cilacap turut diperkenalkan melalui sesi Voices of Impact – Local Maker Night yang berlangsung di Paragraf Coffee Eatery. Sejumlah kreator lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus inovasi yang selama ini mereka kembangkan.
Salah satunya Mustafa melalui Mustav & Co. Ia memanfaatkan limbah gedebog pisang untuk diolah menjadi kemasan corporate gift pack yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa konsep ramah lingkungan.
Menurut Mustafa, hadirnya jaringan IBAN memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring sekaligus bertukar gagasan.
“Kehadiran jejaring IBAN di Cilacap membuka ruang kolaborasi yang sangat berharga bagi kami para pelaku usaha daerah,” ujar Mustafa.
Menurutnya, pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai jual menunjukkan bahwa isu keberlanjutan lingkungan juga dapat berjalan beriringan dengan peluang ekonomi.
Tak hanya Mustav & Co., sejumlah karya kreator Cilacap lainnya turut ditampilkan. Mulai Partoncl dengan produk kriya berbasis clay, Mulok Studio melalui custom painting pada sepatu, Merakit Cilacap lewat workshop pembuatan tas handmade, hingga Iemahkai yang mengolah kembali sampah plastik menjadi produk bernilai guna.
Local Brand Activist Romi Jabrand menilai perkembangan pelaku kreatif di Cilacap menunjukkan potensi yang menjanjikan. Menurutnya, sebuah brand kini tidak cukup hanya menawarkan produk yang menarik, tetapi juga perlu mempunyai tujuan serta dampak yang jelas.
“Brand masa depan adalah brand yang memiliki tujuan jelas dan berdampak bagi sekitarnya,” kata Romi.
Ia melihat para lokal maker di Cilacap mulai mampu memadukan unsur estetika, fungsi hingga kepedulian terhadap lingkungan ke dalam produk mereka.
Romi berharap kolaborasi yang terbentuk selama Temu IBAN Nasional VI tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Jejaring tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak pelaku kreatif daerah yang mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan memperluas pasar.
Melalui perpaduan edukasi pengembangan brand, pemberdayaan komunitas kreatif dan aksi penanaman mangrove, Temu IBAN Nasional VI di Cilacap sekaligus membawa pesan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.