
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi momen pertama bagi peserta didik baru untuk mengenal teman, guru, hingga lingkungan sekolah.
Ice breaking berfungsi mencairkan suasana sehingga siswa lebih nyaman berinteraksi. Melalui permainan sederhana, peserta didik dapat saling mengenal, membangun rasa percaya diri, hingga meningkatkan kemampuan berkomunikasi.
Selain membuat suasana menjadi lebih hidup, aktivitas ini juga membantu siswa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Berikut lima ide ice breaking perkenalan diri yang mudah untuk kegiatan MPLS.
Permainan ini menjadi salah satu cara paling seru untuk mengenal teman baru. Setiap peserta menyampaikan tiga pernyataan tentang dirinya. Dua di antaranya merupakan kebohongan, sedangkan satu pernyataan adalah fakta.
Misalnya seorang siswa berkata, “Aku pernah berenang di laut, aku bisa bermain piano, dan aku alergi durian.”
Peserta lain kemudian menebak mana pernyataan yang benar. Selain memancing gelak tawa, permainan ini membuat siswa mengetahui fakta-fakta menarik tentang teman sekelasnya.
Seluruh peserta berdiri membentuk lingkaran. Secara bergantian, setiap siswa menyebutkan nama mereka beserta nama negara berawal dengan huruf pertama dari nama tersebut.
Sebagai contoh, seorang siswa bernama Nadia dapat memperkenalkan diri dengan kalimat, “Saya Nadia dari Nigeria.”
Peserta berikutnya melakukan hal yang sama menggunakan negara lain yang sesuai dengan huruf awal namanya.
Ice breaking berikutnya mengajak peserta menghafal nama teman melalui gerakan tubuh.
Siswa pertama menyebutkan nama sambil memperagakan satu gerakan sederhana, misalnya melambaikan tangan atau mengepalkan tangan ke atas.
Peserta berikutnya harus mengulang nama beserta gerakan siswa sebelumnya sebelum memperkenalkan dirinya sendiri dengan gerakan baru. Permainan terus berlanjut hingga seluruh peserta mendapat giliran.
4. Rantai Nama dan Ciri Khas
Permainan ini melatih daya ingat sekaligus memperkenalkan karakter setiap peserta. Masing-masing siswa menyebutkan nama mereka yang diikuti satu kata sifat dengan huruf awal yang sama.
Misalnya, “Aku Amar, aktif.”
Peserta berikutnya harus mengulang perkenalan peserta sebelumnya sebelum menyebutkan identitas dirinya.
Contohnya, “Dia Amar, aktif. Aku Bena, berani.”
Semakin banyak peserta, rantai nama yang harus diingat akan semakin panjang. Kesalahan mengingat biasanya memunculkan momen-momen lucu yang membuat suasana menjadi lebih cair.
Permainan ini menggunakan sebuah dadu sebagai media utama. Guru terlebih dahulu menyiapkan enam pertanyaan sederhana yang masing-masing mewakili angka pada dadu.
Setelah itu, setiap siswa bergiliran melempar dadu dan menjawab pertanyaan sesuai angka yang muncul.
Contoh pertanyaannya adalah sebagai berikut.
Sebagai contoh, jika siswa memperoleh angka satu, ia harus menjawab pertanyaan mengenai nama panggilannya.
Permainan ini membuat proses perkenalan menjadi lebih spontan dan tidak membosankan karena setiap peserta bisa mendapatkan pertanyaan yang berbeda.
Kelima ice breaking tersebut akan membantu siswa baru saling mengenal, membangun rasa percaya diri, melatih komunikasi, serta menciptakan suasana belajar yang lebih hangat sejak hari pertama sekolah.***