Rabu, 5 Oktober 2022

Covid Melonjak di Cilacap, Sekolah Tatap Muka Berjalan dengan Prokes Ketat

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono (Foto : Ulul Azmi).

Meski kasus Covid-19 melonjak akhir-akhir ini serta sempat munculnya varian Omicron, pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Cilacap masih berlangsung secara terbatas dengan kapasitas 50%. Untuk pencegahan penyebarannya, protokol kesehatan ditingkatkan di dalam dan luar sekolah, serta dilakukan percepatan vaksinasi bagi siswa dan booster bagi guru.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono menyampaikan, pihaknya akan mengevaluasi PTM yang disesuaikan dengan perkambangan Covid-19. Sebab menenurutnya, secara aturan Cilacap masih pada level 2 dan PTM bisa berjalan 50%.

“Secara atauran Kabupaten Cilacap masih level 2, pembelajaran bisa dilaksanan tapi 50%, nanti kita evaluasi dengan perkembangan confirm Covid-19 seperti apa, kita tetap minta pentunjuk pimpinan Forkopimda, Bupati, Sekda dan semuanya untuk antisipasi,” ujarnya, Selasa (25/01/2022).

Secara teknis ia mengatakan, PTM 50% berjalan selama 6 hari dalam sepekan dengan durasi 30 menit di setiap jam pelajaran. Adapun jumlah siswa yang berada di naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap berjumlah 245.517 siswa dengan rincian, Paud sebanyak 34.356 siswa, SD 145.746 siswa, dan SMP 65.415 siswa.

Dari jumlah tersebut, ada sekitar 170 ribu siswa yang sesuai dengan kriteria mengikuti vaksiansi mulai dari 6-11 tahun dan di atas 12 tahun. Sedangkan jumlah guru ada sekitar 8000 guru.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, selain memperketat protokol kesehatan di lingkungan sekolah dan luar sekolah, vaksinasi pelajar dan guru juga terus gencar dilakukan di tingkatan masing-masing, seperti di kecamatan, kelurahan ataupun di sekolah.

“Vaksinasi anak di atas 12 tahun dosis kedua sudah di atas 50%, untuk anak 6-11 tahun dosis kedua sudah lumayan sekitar lebih 30-40%, mudah mudahan satu atau dua Minggu ke depan mendekati 100%, untuk guru sudah mulai vaksin ketiga atau booster,” ujarnya.

Sadmoko menyampaikan, di tahun 2022 ini belum terdeteksi adanya penularan Covid di lingkungan sekolah, namun ia juga sudah mengantisipasi apabila terjadi penularan maka sekolah akan dilockdown hingga yang terpapar sembuh dan pembelajaran dilakukan secara daring.

“Alhamdulillah di tahun 2022 sampai hari ini belum ada yang terpapar baik guru dan siswa, mudah-mudahan tidak ada. Semisal ada penularan nanti sekolah di-lockdown, pembelajaran secara daring. Artinya tidak serta merta seluruh sekolah lockdown, hanya lingkungan sekitar itu saja,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh elemen pendidikan agar senantiasa waspada dan meningkatkan protokol kesehatan lebih ketat lagi. Sebab diketahui, virus Omicron penularannya lebih cepat.

“Imbaun kita pastikan anak diantar ke sekolah, selain guru, orangtua juga berperan untuk mengedukasi anak agar menerapkan protokol kesehatan ketat, terutama siswa yang berangkat sendiri tanpa diantar sehingga pulang sekolah tidak pergi kemana-mana,” ujarnya.

Berdasarakan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, hingga tanggal 25 Januari 2022 tercatat ada 9 kasus positif aktif dari jumlah 29.645 kasus, dengan rincian 27.776 sembuh dan 1.860 meninggal dunia. Sedangkan target 3 juta vaksin, dosis pertama baru tercapai 1,3 juta, dosis kedua 1 juta dan dosis ketiga 14 ribu.

Berita Terpopuler

Berita Terkini