Senin, 5 Desember 2022

Cuaca Ekstrem, 225 Desa di Cilacap Diintai Banjir dan Tanah Longsor 

Banjir terlihat menggenangi jalan di sekitar Jembatan Pelimpahan, Cinyawang, Patimuan, Cilacap. Sejumlah kendaraan pun terlihat terhenti dan diminta berputar balik, Rabu (27/10/2022) lalu. (Dok Satpol PP Kecamatan Patimuan)

Cuaca ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Cilacap selama sebulan terakhir, berdampak pada terjadinya bencana hidrometrologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah tempat.


Cilacap, serayunews.com

Kepala Harian Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan, ada 225 desa di Kabupaten Cilacap yang tergolong rentan banjir dan tanah longsor. Dengan rincian 131 desa rawan banjir dan 94 desa rawan tanah longsor.

“Dalam menghadapi itu, maka perlu peningkatan koordinasi dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana. Kami juga telah membentuk relawan desa tangguh bencana (Destana),” katanya kepada serayunews.com, Rabu (2/11/2022).

Sampai saat ini pihaknya telah membentuk relawan Destana di delapan desa rentan banjir dan di 10 desa rentan tanah longsor. Selain itu, pembentukan relawan Destana juga telah dilakukan di 27 desa/kelurahan yang rawan tsunami dari total 55 desa rawan tsunami.

“Jadi terkait kesiapsiagaan bencana kami lakukan secara menyeluruh, membentuk relawan Destana di desa-desa yang rentan banjir, tanah longsor, dan tsunami. Bahkan, kami juga antisipasi rawan kekeringan di 105 desa dengan menyiapkan tandon air,” tuturnya.

Dalam hal ini, Wijonardi juga mendorong masyarakat untuk terus waspada, terutama yang tinggal di daerah rentan bencana. Meski begitu, pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Berita Terpopuler

Berita Terkini