Sabtu, 3 Desember 2022

Cuaca Ekstrem, Dua Jalur Pendakian Gunung Slamet Kembali Ditutup

Seorang pendaki sedang berjalan di puncak Gn Slamet dengan menerjang kabut.

Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan dan Gunung Malang, ditutup sementara. Penutupan dilakukan karena cuaca ekstrem.


Purbalingga, Serayunews.com

Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyumas Timur belum bisa memastikan kapan jalur pendakian itu kembali dibuka.

“Kami tutup sejak Senin (7/12/2020) sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan,” kata Junior Manager Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito, Selasa (8/12/2020).

Dia mengatakan, akhir-akhir ini cuaca kurang mendukung di sekitar pos Bambangan dan Gunung Malang hampir setiap hari turun hukan. Hujan dengan intensitas tinggi dan kadang disertai angin. Tentunya kondisi itu akan mempersulit dan membahayakan pendakian.

Baca Juga : Ekstrem, Ada Fenomena Hujan Es di Puncak Gunung Slamet

Baca Juga : Waspada! Kini Jarak Pandang Hanya 4 Meter Saat Mendaki Gunung Slamet

Kondisi itu belum bisa diprediksi akan sampai kapan. Tidak menutup kemungkinan, penutupan bisa sampai tahun baru. Jika memang kondisi cuaca masih sama.

“Tergantung kondisi cuaca. Karena yang pertama dan utama adalah keselamatan,” ujarnya.

Diketahui, pendakian Gunung Slamet ada beberapa jalur. Selain melalui Pos Bambangan dan Gunung Malang, ada juga jalur Baturaden, Bumiayu, Pemalang, dan Guci. Namun, sejauh ini informasi penutupan baru dilakukan pada dua jalur saja.

Berita Terpopuler

Berita Terkini