
SERAYUNEWS- Dada terasa terbakar menjadi salah satu keluhan kesehatan yang cukup sering dialami banyak orang. Sensasi panas, perih, atau seperti terbakar di area dada kerap menimbulkan kekhawatiran karena sering dikaitkan dengan penyakit jantung.
Padahal, kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai gangguan kesehatan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Pada sebagian orang, rasa terbakar di dada hanya berlangsung sesaat dan berkaitan dengan pola makan atau gangguan pencernaan.
Namun pada kondisi tertentu, keluhan tersebut dapat menjadi sinyal adanya masalah serius pada jantung, paru-paru, maupun organ tubuh lainnya yang membutuhkan penanganan medis segera.
Karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab dada terasa terbakar, mengenali gejala penyerta yang berbahaya, serta mengetahui langkah penanganan yang tepat agar kondisi tidak berkembang menjadi lebih serius. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Dada terasa terbakar merupakan sensasi panas, nyeri, perih, atau seperti terbakar yang muncul di area dada. Keluhan ini dapat terjadi di bagian tengah dada, sebelah kiri, maupun kanan tergantung penyebab yang mendasarinya.
Rasa panas tersebut bisa muncul secara tiba-tiba atau bertahap. Ada yang hanya berlangsung beberapa menit, namun ada pula yang berlangsung berjam-jam hingga berulang dalam waktu lama.
Tidak semua kasus dada terasa terbakar merupakan kondisi berbahaya. Pada banyak kasus, keluhan ini dipicu oleh gangguan pencernaan seperti asam lambung naik atau GERD.
Namun demikian, gejala ini tetap tidak boleh dianggap sepele. Jika disertai sesak napas, nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, pusing, atau keringat dingin, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan jantung yang memerlukan pertolongan medis darurat.
1. GERD atau Asam Lambung Naik
GERD menjadi salah satu penyebab paling umum rasa terbakar di dada. Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan sensasi panas atau heartburn.
Selain dada terasa terbakar, penderita biasanya mengalami rasa asam di mulut, sering bersendawa, mual, dan tenggorokan terasa mengganjal.
2. Gangguan Kecemasan dan Serangan Panik
Stres berat, kecemasan berlebihan, maupun serangan panik dapat memicu rasa panas dan nyeri di dada.
Saat tubuh mengalami kecemasan, hormon stres meningkat sehingga memengaruhi kerja jantung, otot, dan sistem saraf. Akibatnya muncul sensasi dada panas, sesak, jantung berdebar, hingga sulit bernapas.
3. Hernia Hiatus
Hernia hiatus terjadi ketika sebagian lambung terdorong ke rongga dada melalui diafragma.
Kondisi ini sering menimbulkan gejala mirip GERD seperti rasa panas di dada, kembung, sendawa berlebihan, serta rasa asam di tenggorokan.
4. Radang Kerongkongan atau Esofagitis
Peradangan pada kerongkongan akibat iritasi asam lambung dapat menyebabkan sensasi terbakar yang cukup kuat.
Penderita juga dapat mengalami nyeri saat menelan, sulit menelan, dan perasaan makanan tersangkut di tenggorokan.
5. Tukak Lambung
Luka pada lapisan lambung dapat menyebabkan nyeri yang menjalar hingga ke dada.
Keluhan biasanya memburuk saat perut kosong, malam hari, atau setelah makan dalam jumlah tertentu.
6. Asma
Asma tidak hanya menyebabkan sesak napas tetapi juga dapat menimbulkan rasa berat dan terbakar di dada.
Gejala lain yang sering muncul antara lain batuk, napas berbunyi mengi, serta kesulitan bernapas saat beraktivitas.
7. Pneumonia
Infeksi paru-paru dapat menyebabkan dada terasa panas dan nyeri, terutama saat menarik napas dalam atau ketika batuk.
Penderita pneumonia biasanya juga mengalami demam, menggigil, batuk berdahak, dan tubuh terasa lemas.
8. Cedera Otot Dada
Aktivitas fisik berat, olahraga berlebihan, atau benturan pada dada dapat menyebabkan otot mengalami ketegangan.
Kondisi ini sering memunculkan nyeri seperti terbakar yang akan semakin terasa saat bergerak atau menarik napas.
9. Angina
Angina terjadi ketika otot jantung kekurangan suplai oksigen akibat aliran darah yang tidak optimal.
Keluhannya berupa tekanan, rasa panas, sesak, dan nyeri di dada yang bisa menjalar ke bahu, leher, rahang, atau lengan.
10. Serangan Jantung
Ini merupakan penyebab paling berbahaya dari dada terasa terbakar.
Selain sensasi panas atau tertekan di dada, penderita biasanya mengalami sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan nyeri yang menjalar ke bagian tubuh lain.
Segera cari pertolongan medis apabila dada terasa terbakar disertai gejala berikut:
1. Nyeri dada hebat dan berkepanjangan
2. Sesak napas mendadak
3. Nyeri menjalar ke lengan kiri
4. Nyeri menjalar ke rahang atau leher
5. Keringat dingin berlebihan
6. Pusing atau hampir pingsan
7. Jantung berdebar tidak normal
8. Mual dan muntah
9. Batuk berdarah
10. Penurunan kesadaran
Jika keluhan masih ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan gejala:
1. Atur Pola Makan
Hindari makanan pedas, asam, berlemak, kopi, dan minuman bersoda yang dapat memicu kenaikan asam lambung.
2. Minum Air Hangat
Air hangat dapat membantu mengurangi iritasi pada saluran pencernaan dan memberikan rasa nyaman.
3. Lakukan Teknik Pernapasan
Tarik napas perlahan dan dalam untuk membantu meredakan kecemasan serta mengurangi ketegangan otot dada.
4. Istirahat yang Cukup
Kurang tidur dapat memperburuk stres dan meningkatkan risiko munculnya gejala dada terasa panas.
5. Hindari Merokok
Rokok dapat memperparah gangguan lambung, paru-paru, maupun penyakit jantung.
Pemeriksaan medis sangat dianjurkan apabila keluhan sering kambuh, semakin berat, atau tidak membaik meski sudah melakukan perawatan mandiri.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti EKG, rontgen dada, tes darah, maupun pemeriksaan saluran pencernaan untuk memastikan penyebab yang mendasarinya.
Beberapa penyakit yang paling sering menyebabkan gejala ini antara lain:
GERD
1. Asam lambung naik
2. Tukak lambung
3. Asma
4. Pneumonia
5. Angina
6. Penyakit jantung koroner
7. Serangan jantung
8. Hernia hiatus
9. Gangguan kecemasan
Dada terasa terbakar memang tidak selalu menandakan penyakit serius. Pada banyak kasus, keluhan ini berkaitan dengan gangguan pencernaan seperti GERD atau peningkatan asam lambung yang dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat.
Meski demikian, gejala ini tetap tidak boleh diabaikan. Jika muncul bersamaan dengan sesak napas, nyeri menjalar, keringat dingin, atau pusing berat, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan karena bisa menjadi tanda gangguan jantung yang memerlukan penanganan darurat.