Jumat, 24 September 2021

Dampak PPKM Darurat, Harga Sayur dan Buah Melambung

ppkm darurat banyumas, ppkm darurat, ppkm darura jawa bali, ekonomi, harga kebutuhan pokok, serayunews, serayu news, berita terkini, berita hari ini, banyumas, purwokerto
Harga sayuran di Pasar Wage Purwokerto naik. (Hermiana Effendi)

Sepekan sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Banyumas, harga sayuran serta buah-buahan mulai mengalami kenaikan. Hal tersebut karena terhambatnya pasokan barang ke pasar-pasar tradisional.


Purwokerto, serayunews.com

Kenaikan harga sayuran terjadi merata, mulai dari wortel, kubis, buncis, muncang hingga kentang, sawi dan lainnya. Harga wortel misalnya, sekarang sudah menembus Rp 72.000 per kilogram, kemudian harga kentang yang biasanya hanya Rp 14.000 per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp 19.000 per kilogram, harga muncang dari Rp 14.00 per kilogram naik menjadi Rp 16.000 per kilogram.

“Pasokan sayuran sedikit terhambat karena PPKM darurat dan banyak jalan-jalan yang dilakukan penyekatan, belum lagi pembatasan jam operasional pasar tradisional, sehingga harga sayuran naik semua,” kata Muniroh, penjual sayuran di Pasar Wage Purwokerto, Minggu (11/7).

Selain sayuran, harga cabai juga ikut naik. Dari harga normal Rp 40.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 60.000 per kilogram. Meskipun beberapa pembeli sempat protes dengan kenaikan harga tersebut, namun para pedagang tetap tidak mau menurunkan harga, karena sudah naik dari pemasok sayuran.

Tak hanya sayuran, harga buah-buahan juga ikut naik. Buah melon misalnya, dari harga normal Rp 10.000 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp 14.000 per kilogram. Harga jeruk yang kemarin sempat turun hingga Rp 8.000 per kilogram, sekarang naik kembali menjadi Rp 18.000 per kilogram.

Beberapa pembeli sempat mengeluh dengan kenaikan harga yang terjadi hampir pada semua jenis kebutuhan pokok tersebut. Mengingat harga bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, empon-empon dan lainnya juga ikut naik.

“Belanja habis Rp 120.000 hanya mendapat bumbu dapur dan sayuran saja, semua harga naik, padahal kita, pekerja work from home (WFH) justru upah dikurangi,” keluh Lina.

Baca juga Polresta Banyumas Bantu Warga Terdampak Pandemi dan PPKM Darurat

Berita Terkait

Berita Terkini