
SERAYUNEWS – Memasuki April 2026, tekanan inflasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto mulai mereda. Purwokerto dan Cilacap tercatat mengalami deflasi, seiring normalisasi permintaan masyarakat pasca Ramadan dan Idulfitri.
Purwokerto mengalami deflasi -0,07% (mtm) dengan inflasi tahunan 2,12% (yoy). Sementara Cilacap mencatat deflasi lebih dalam sebesar -0,21% (mtm) dan inflasi tahunan 2,23% (yoy).
Deflasi dipicu turunnya aktivitas konsumsi setelah periode puncak Lebaran. Komoditas pangan seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit menjadi penyumbang utama penurunan harga.
Selain itu, normalisasi tarif angkutan antar kota pasca arus mudik dan balik turut menekan inflasi. Koreksi harga emas global juga berdampak pada penurunan harga emas perhiasan di pasar domestik.
Meski tekanan harga menurun, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas Raya tidak mengendurkan langkah. Sejumlah strategi tetap dijalankan untuk memastikan stabilitas harga berkelanjutan.
1. Menjaga Keterjangkauan Harga
Upaya menjaga daya beli masyarakat dilakukan melalui:
Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Kecamatan Gumelar
2. Menjamin Ketersediaan Pasokan
Penguatan sisi pasokan menjadi fokus utama, di antaranya:
Panen bersama di demplot Infratani Pondok Pesantren Al Ijtihad Kemranjen
Panen cabai di Desa Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok, Banjarnegara
3. Komunikasi secara rutin bersama TIPD, pedagang, asosiasi dan poktan
4. Memastikan kelancaran distribusi pangan
Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan, terutama cabai yang kerap menjadi pemicu fluktuasi harga.
Bank Indonesia menilai deflasi April merupakan bagian dari siklus musiman. Setelah lonjakan harga saat hari besar keagamaan, pasar cenderung mengalami fase penyesuaian.
Meski demikian, stabilitas harga tetap dijaga agar inflasi tahunan berada dalam sasaran nasional 2,5% ± 1%.
Dengan kombinasi operasi pasar, penguatan produksi lokal, dan koordinasi lintas sektor, TPID Banyumas Raya berupaya memastikan harga tetap stabil tidak hanya saat tekanan tinggi, tetapi juga ketika pasar mulai melandai.