
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Udara dingin masih terasa kuat di kawasan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Suhu rendah terutama dirasakan warga pada pagi dan malam hari, membuat jaket menjadi pakaian yang tak jarang dikenakan saat beraktivitas di luar rumah.
Kondisi tersebut dirasakan warga di sejumlah desa, termasuk Kemutug Lor dan Kemutug Kidul.
Bagi masyarakat yang sehari-hari tinggal di kawasan lereng Gunung Slamet, udara dingin sebenarnya bukan hal baru. Namun, dalam beberapa hari terakhir, dinginnya udara cukup terasa.
Kusmiati, warga Desa Kemutug Lor, mengatakan suhu udara yang dirasakannya belakangan ini berada di kisaran 19 derajat Celsius.
Menurutnya, suhu tersebut cukup membuat tubuh menggigil bagi warga yang tidak terbiasa dengan udara dingin.
Jaket pun menjadi salah satu perlengkapan yang dibutuhkan ketika harus keluar rumah.
“Sekarang dinginnya sampai 19 derajat. Kalau yang tidak biasa dengan udara dingin, harus pakai jaket,” ujar Kusmiati.
Pengalaman serupa dirasakan Dartem, warga Desa Kemutug Kidul. Ia mengatakan udara dingin di Baturraden masih menjadi bagian dari keseharian warga, sebagaimana yang dirasakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Dinginnya udara paling terasa ketika matahari belum tinggi pada pagi hari. Suhu kembali terasa lebih rendah saat malam tiba, terutama menjelang waktu tidur.
“Baturraden sekarang masih sama dinginnya seperti tahun-tahun dulu. Kalau pagi dan malam, dinginnya sangat terasa sampai harus memakai jaket,” kata Dartem.
Bagi warga setempat, kondisi tersebut sudah menjadi karakter tersendiri kawasan Baturraden.
Udara yang sejuk bahkan menjadi salah satu daya tarik kawasan wisata yang berada di kaki Gunung Slamet tersebut.
Kondisi udara dingin di kawasan Baturraden juga sejalan dengan karakter suhu wilayah dataran tinggi.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu di sejumlah wilayah Baturraden dan desa di sekitarnya dapat berada pada kisaran belasan derajat Celsius.
Untuk wilayah Kemutug Lor, suhu diprakirakan berada di sekitar 19 derajat Celsius.
Sementara itu, suhu di kawasan Baturraden pada waktu tertentu dapat berada pada kisaran 17-19 derajat Celsius.
Perbedaan suhu tersebut cukup terasa, terutama pada pagi dan malam hari ketika intensitas sinar matahari rendah.
Bagi masyarakat yang sudah terbiasa tinggal di Baturraden, udara dingin menjadi bagian dari keseharian.
Namun, kondisi berbeda bisa dirasakan wisatawan atau warga dari daerah lain yang terbiasa dengan suhu lebih hangat.
Karena itu, Anda yang hendak beraktivitas atau berwisata ke kawasan Baturraden pada pagi maupun malam hari sebaiknya menyiapkan pakaian hangat.
Jaket, pakaian berlapis, dan perlengkapan lain untuk menjaga tubuh tetap nyaman dapat menjadi pilihan saat suhu mulai turun. (Nur Kholifah)