SERAYUNEWS-Demi memastikan pelayanan kesehatan masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan (JKN) berjalan optimal, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan pelayanan berjalan dengan optimal.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes) BPJS Kesehatan Lily Kresnowati mengatakan, kunjungan terhadap beberapa rumah sakit sudah dilakukan sejak Jumat (21/3/2025) lalu. Hasilnya, pelayanan dapat berjalan dengan baik, bahkan tidak sampai terjadi penumpukan pasien.
“Kami mengapresiasi Faskes yang telah memberikan pelayanan kepada peserta JKN dengan baik, termasuk RSI Banjarnegara ini. Bahkan saat kami melakukan kunjungan, tidak ada antrean yang menumpuk, baik di loket pendaftaran maupun layanan. Saat kami berdiskusi dengan keluarga pasien, antrean pasien juga tidak terlalu lama, tidak ditemukan pasien yang menunggu lebih dari 1 jam,” katanya.
Menurutnya, kunjungannya ke beberapa fasilitas kesehatan (faskes) yang sudah bermitra dengan BPJS ini dilakukan untuk memastikan secara langsung di lapangan, khususnya terkait dengan pelayanan JKN.
“Banyak berita bermunculan soal pelayanan JKN di tahun 2025 ini. Sehingga kami terus cek langsung ke lapangan, hasilnya informasi tersebut justru tidak sesuai kenyataan, untuk itu kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi-informasi hoax yang beredar baik di media sosial,” katanya.
Tak hanya itu, kunjungan ke beberapa faskes ini juga untuk memastikan fasilitas kesehatan yang ada juga telah mengimplementasikan digitalisasi layanan seperti antrean online. Lalu, layanan kontak tidak langsung melalui mobile JKN, display informasi ketersediaan tempat tidur yang dapat diakses melalui Aplikasi Mobile JKN, display informasi jadwal tindakan/operasi, simplifikasi Administrasi Pelayanan Hemodialisa, Thalasemia Mayor dan Hemofilia di rumah sakit. Melalui Transformasi Mutu Layanan, diharapkan dapat memberikan layanan yang mudah, cepat dan setara.
“Antrean bisa online melalui aplikasi Mobile JKN, sehingga tidak perlu terlalu lama menunggu di Rumah Sakit,” katanya.
Dikatakannya, beberapa fasilitas kesehatan di Banjarnegara yang sudah dikunjungi di antaranya Puskesmas Mandiraja 1, serta faskes lainya. Uniknya, saat berkunjung ke Puskesmas Mandiraja 1, justru ditemukan bahwa masyarakat sekitar merasa lebih nyaman jika mendapatkan perawatan di Puskesmas tersebut.
“Ini hal yang positif, sebab ini dapat mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit yang jumlahnya terbatas. Saat ini tinggal pihak dinas kesehatan yang harus memperkuat fungsi pelayanan primer dengan memenuhi sarpras, tenaga kesehatan dan lainnya,” ujarnya.