
SERAYUNEWS – Momen pembagian daging kurban saat Hari Raya Idul Adha bukan hanya soal menerima bahan makanan untuk diolah bersama keluarga. Simak doa menerima daging kurban.
Dalam ajaran Islam, menerima pemberian, termasuk daging kurban, juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa, rasa syukur, serta menjalin kepedulian sosial antar sesama.
Tidak sedikit orang bertanya, apakah ada doa menerima daging kurban yang dianjurkan?
Meski tidak ada satu doa khusus yang secara eksplisit disebut sebagai “doa menerima daging kurban”, terdapat beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menerima makanan atau nikmat dari orang lain.
Doa-doa ini dapat diamalkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mendoakan keberkahan bagi pemberi kurban.
Dengan membaca doa, Anda tidak hanya menunjukkan rasa terima kasih, tetapi juga menghidupkan adab Islami dalam menerima rezeki.
Dalam tradisi Islam, menerima sesuatu dari orang lain tidak berhenti pada ucapan terima kasih. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membalas kebaikan dengan doa.
Daging kurban yang dibagikan saat Idul Adha merupakan simbol kepedulian, ketakwaan, dan semangat berbagi.
Karena itu, penerima dianjurkan untuk mendoakan orang yang berkurban agar mendapat keberkahan hidup, ampunan, serta rahmat dari Allah SWT.
Selain menjadi ungkapan syukur, doa juga mencerminkan akhlak baik dan hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Salah satu doa yang bisa diamalkan ketika menerima daging kurban adalah doa meminta keberkahan kepada Allah SWT bagi orang yang memberi makanan.
Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
Latin: Allahumma baarik lahum fiima razaqtahum, waghfirlahum, warhamhum
Artinya: “Ya Allah, berkahilah rezeki mereka, ampunilah dan sayangilah mereka.”
Doa ini diajarkan Rasulullah SAW saat menerima makanan dan diriwayatkan dalam Shahih Muslim.
Isi doa tersebut mengandung harapan baik agar pemberi rezeki memperoleh keberkahan, ampunan, serta kasih sayang Allah SWT.
Membaca doa ini setelah menerima daging kurban juga menjadi pengingat bahwa setiap nikmat memiliki jalan kebaikan yang menghubungkan satu orang dengan orang lain.
Selain doa keberkahan, terdapat doa lain yang dapat diamalkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah memberi makanan, termasuk daging kurban.
Berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَاسْقِ مَنْ سَقَانِي
Latin: Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqaanii
Artinya: “Ya Allah, berilah makan dan minum kepada orang yang telah memberiku makan dan minum.”
Doa ini menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya membalas pemberian dengan doa terbaik.
Ketika seseorang menerima daging kurban, doa ini dapat menjadi ungkapan tulus agar orang yang berkurban juga diberi kelapangan rezeki.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan mendoakan sesama juga membantu membangun rasa saling peduli dan empati di lingkungan sekitar.
Tidak sedikit orang menerima daging kurban sebagai rezeki yang datang tanpa diduga. Karena itu, rasa syukur menjadi bagian penting yang sebaiknya tidak dilewatkan.
Berikut doa ungkapan syukur yang bisa dibaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَزَقَنِي هَذَا مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ
Latin: Alhamdulillaahil-ladzii razaqanii haadzaa min ghairi haulin minnii wa laa quwwah, Allaahumma baarik lii fiihi
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberi rezeki ini tanpa daya dan upayaku. Ya Allah, berkahilah rezeki ini.”
Doa ini menegaskan bahwa segala nikmat pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Daging kurban yang diterima bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk kasih sayang dan keberkahan yang patut disyukuri.
Dengan membaca doa tersebut, Anda diajak untuk menyadari bahwa rezeki bisa datang melalui banyak jalan, termasuk lewat kepedulian sesama muslim pada momen Idul Adha.
Selain membaca doa, ada beberapa adab sederhana yang bisa dilakukan saat menerima daging kurban.
Pertama, menerimanya dengan wajah ramah dan penuh rasa syukur. Kedua, tidak mengeluh mengenai jumlah atau jenis bagian daging yang diterima.
Ketiga, mendoakan orang yang berkurban sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan mereka.
Anda juga dianjurkan mengolah dan memanfaatkan daging kurban dengan baik agar tidak terbuang sia-sia.
Semangat kurban bukan hanya tentang berbagi makanan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan menghadirkan kebahagiaan bersama.
Pada akhirnya, doa menerima daging kurban bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibaca setelah menerima bingkisan.
Lebih dari itu, doa menjadi cara sederhana untuk menjaga rasa syukur, memuliakan orang lain, dan memohon keberkahan atas rezeki yang diterima.***