Selasa, 29 November 2022

Fenomena Clickbait, Tantangan untuk Tingkatkan Jurnalisme Data

Zoom meeting Fellowship Jurnalisme Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Rabu (2/3/2022)

Kondisi jurnalisme saat ini sedang tidak baik-baik saja, terlebih di tengah fenomena clickbait yang terkadang tidak disertai dengan kelengkapan data, sehingga kualitas berita tidak terjaga.


Purwokerto, Serayunews.com

Dosen Jurnalisme Universitas Atmajaya, Frans Surdiasis mengatakan, saat ini banyak keprihatinan terhadap kualitas berita, yang juga disertai rendahnya trust kepada media. Sebagaimana laporan Digital News Report 2021 yang dilansir Reuters Insitute, tingkat kepercayaan publik Indonesia kepada media hanya 39 persen.

“Ini merupakan keprihatinan sekaligus tantangan bagi jurnalis kita, untuk terus berupaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pemberitaan dengan memperkaya data,” kata Frans dalam zoom Fellowship Jurnliasme Pendidikan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan, Rabu (2/3/2022).

Frans memaparkan, hal terpenting yang harus dilakukan jurnalis saat ini adalah bagaimana melakukan manajemen informasi, dimana menempatkan data sebagai ide, sumber serta pelengkap berita. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, maka ada dua pilar penting yang harus menjadi pegangan jurnalis yaitu membangun pola pikir akan pentingnya penyertaan data dalam tulisan serta memiliki ketrampilan teknis dalam mengolah data.

Jika jurnalis sudah terbiasa menyertakan data, lanjut Frans, maka secara otomatis akan meningkatkan profesionalitasnya dan juga meningkatan kompetensi. Selanjutnya yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana mendapatkan data, mengerti, dan mengevaluasi data, sampai dengan bagaimana menyajikan data.

“Dua pilar ini, yaitu mindset data dan keterampilan teknis, akan menghasilkan jurnalisme data yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, wartawan senior P Hasudungan Sirait menyampaikan dalam melakukan indept reporting, jurnalis tidak hanya sebatas menyampaikan berita saja, tetapi juga sampai pada mengurai benang merah permasalahan dan mengupayakan solusi.

Sehingga, lanjutnya, untuk menghasilkan indept reporting dibutuhkan waktu lebih lama dan terkadang sampai dibentuk tim. Materi liputan bisa diperoleh dari wawancara, observasi ataupun riset data, setelah itu baru dibuat term of reference (TOR), supaya lebih fokus dan tidak melenceng dari tema.

“Liputan mendalam itu, jurnalis harus bisa melihat dari berbagai sisi, kemudian mampu menjelaskan duduk persoalan dengan lengkap dan rinci, mengurai permasalahan sampai dengan menemukan jalan keluar,” terangnya.

Berita Terpopuler

Berita Terkini