
SERAYUNEWS– Perwira Timur Football Academy (FA) yang ber-home base di Desa Penolih Kecamatan kaligondang Purbalingga memutuskan tidak akan ambil bagian dalam Piala Soeratin 2026 di seluruh kelompok umur. Keputusan tersebut merupakan bagian dari kebijakan akademi yang kini lebih memprioritaskan pembinaan dan distribusi pemain potensial ke klub-klub yang membutuhkan.
Pelatih Perwira Timur Football Academy, Sigit Pratama, Selasa (2/6/2026) mengatakan absennya Perwira Timur dari kompetisi bukan berarti menghentikan proses pembinaan yang selama ini berjalan.”Setelah cukup sukses pada edisi sebelumnya, tahun ini kami memang tidak mengikuti Piala Soeratin. Namun kami tetap fokus pada pembinaan pemain. Kebijakan akademi saat ini adalah mendistribusikan pemain-pemain potensial ke klub yang membutuhkan tenaga mereka di kompetisi tersebut,” jelasnya.
Dalam lima tahun terakhir, hasil pembinaan Perwira Timur Football Academy mampu menarik perhatian berbagai klub di level yang lebih tinggi. Konsistensi program pembinaan serta keikutsertaan dalam berbagai turnamen kelompok umur, termasuk Piala Soeratin, menjadi faktor penting dalam proses perkembangan para pemain muda binaannya.
Sigit mengungkapkan bahwa pasca penampilan tim U-17 pada Piala Soeratin 2025, sejumlah pemain mendapat kesempatan berkarier di klub-klub yang lebih kompetitif. “Sebagai contoh ada Farell Aditya yang bergabung dengan EPA Bhayangkara U-18, Rifki Rohman dan Riandika Vemas yang memperkuat UAD FC di Liga 4 DIY, Keenan yang bergabung dengan EPA Persijap Jepara U-20, serta Sabastian yang memperkuat EPA Persiku Kudus U-19. Masih banyak pemain lainnya yang kini mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi,” ujar Sigit.
Pada ajang Piala Soeratin U-17 2025, langkah Perwira Timur harus terhenti di babak delapan besar setelah kalah dari Hati Beriman Salatiga. Meski demikian, pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbaik akademi dalam beberapa musim terakhir.”Prestasi itu menjadi bukti bahwa program pembinaan yang kami jalankan berjalan ke arah yang positif,” katanya.
Tak hanya di kelompok umur U-17, Perwira Timur juga mencatatkan sejumlah capaian membanggakan dalam beberapa edisi Piala Soeratin. Tim U-15 berhasil menembus babak 16 besar pada 2023, tim U-13 mencapai babak 32 besar pada 2024, dan tim U-17 melangkah hingga babak delapan besar pada 2025.”Ini merupakan wujud konsistensi dan investasi kami untuk kemajuan sepak bola Purbalingga, sekaligus menjadi wadah bagi bibit-bibit pemain yang ingin berkembang dan berjuang bersama,” lanjutnya.
Menurut Sigit, absennya Perwira Timur dari kompetisi bukan berarti menghentikan proses pembinaan yang selama ini berjalan. Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari misi akademi dalam membantu para pemain muda mengembangkan karier hingga mampu menembus level profesional.”Kami meminjamkan pemain yang dinilai layak berkompetisi. Ini menjadi salah satu cara kami dalam mengembangkan karier pemain menuju jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.
Dengan strategi pembinaan yang berorientasi pada pengembangan karier pemain, Perwira Timur Football Academy berharap semakin banyak talenta muda binaannya yang mampu menembus klub-klub profesional dan membawa nama Purbalingga ke level yang lebih tinggi di kancah sepak bola nasional.