
SERAYUNEWS-Otoritas Liga Indonesia yakni I League, telah melakukan drawing untuk Liga 3 musim 2025-2026 atau kasta ketiga ajang kompetisi antarklub di Indonesia. Drawing telah dilakukan pada Jumat (7/11/2025). Dalam drawing atau undian yang disiarkan langsung YouTube I league TV dijelaskan ada sedikit perubahan format.
Liga 3 diikuti 24 tim yang terbagi dalam empat grup. Sehingga, satu grup terdiri atas enam tim. Hasil drawing adalah sebagai berikut:
Grup A: Persipa Pati, Nusantara United, Persikabo 1973 Bogor, Batavia FC, Dejan FC, PSDS Deli Serdang
Grup B: Pekanbaru FC, PSGC Ciamis, Persikota Tangerang, Perserang Serang, Tri Brata Rafflesia FC, Persitara Jakarta Utara
Grup C: Persibo Bojonegoro, Persika Karanganyar, Persewar Waropen, Persikutim United, Rans Nusantara FC, Sang Maestro FC
Grup D: Persiba Bantul, Perseden Denpasar, Gresik United, Persebata Lembata, Waanal Brothers, Persekabpas Pasuruan
Mulanya diketahui bahwa dari empat grup, juara grup akan lolos ke babak semifinal untuk memperebutkan tiga slot promosi ke Liga 2. Kemudian, posisi terakhir tiap grup otomatis degradasi. Format itu diumumkan beberapa waktu lalu dan Instagram Liga 3 Match.
Tapi saat drawing grup Liga 3 yang disiarkan langsung via YouTube I League TV disebutkan bahwa dua tim teratas masing-masing grup akan ke babak perempatfinal. Kemudian posisi terbawah degradasi ke Liga 4, posisi kedua dari bawah playoff untuk bertahan di Liga 3.
Dengan format baru ini, maka peluang masing-masing tim untuk promosi makin membesar. Sebab, ada dua tim tiap grup yang berpeluang mendapatkan tiket promosi. Namun, format baru ini juga membuat peluang degradasi ke Liga 4 makin besar karena fase playoff degradasi.
Liga 3 rencananya akan mulai pada 29 November 2025. Tiap grup akan bertanding di satu tempat. Jadi bukan dengan sistem kandang tandang. Tiap tim di tiap grup akan saling bertemu tiga kali. Sehingga, setiap tim di setiap grup akan main sebanyak 15 kali.
Dari 15 laga itu, akan diketahui seperti apa klasemen akhir. Kemudian, selanjutnya adalah dua posisi teratas tiap grup lolos ke babak gugur. Posisi enam tiap grup degradasi dan posisi lima tiap grup akan menjalani laga playoff degradasi.
Pertandingan fase grup sepertinya akan berlangsung lebih berimbang. Sebab, laga akan dilakoni bukan dengan sistem kandang tandang. Namun, dengan sistem seperti itu, kemungkinan antusias penonton tidak akan tinggi.
Liga Indonesia mulai bergulir pada tahun 1994-1995. Musim itu adalah musim pertama Liga Indonesia. Musim itu adalah musim berleburnya Galatama dan Perserikatan. Sebelum musim itu ada dua kamar dalam kompetisi sepak bola di Indonesia.
Dua kamar itu tidak saling berhubungan. Dua kamar itu adalah perserikatan dan galatama. Perserikatan adalah kompetisi sepak bola amatir yang diikuti oleh tim berbasis nama daerah, misalnya Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan lainnya. Kompetisi perserikatan berlangsung dua musim sekali dan mengenal promosi dan degradasi.
Selain perseritakan ada Galatama yakni ajang kompetisi sepak bola non amatir. Ajang ini tidak mengenal promosi dan degradasi. Sebab hanya ada satu kasta yakni Galatama. Klub peserta Galatama biasanya dibuat oleh individu, swasta, atau BUMN/BUMD. Contoh klub Galatama adalah Pelita Jaya, Semen Padang, BPD Jateng, Arseto Solo, dan lainnya.
Nah sejak musim 1994-1995, dibuat peleburan Galatama dan Perserikatan menjadi Liga Indonesia. Sejak saat itu, kasta sepak bola liga Indonesia sering berubah. Dua musim lalu, kasta sepak bola Indonesia hanya sampai tiga kasta yakni Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.
Tapi sejak musim lalu mulai ada perubahan yakni ada empat kasta. Kasta pertama adalah BRI Super League, kasta kedua adalah Liga 2 atau Pegadaian Championships, kasta ketiga Liga 3 atau Liga Nusantara, dan kasta keempat adalah Liga 4.
Sejak musim lalu pula, tiga kasta teratas Liga Indonesia diurus oleh otoritas yang sama. Kini otoritas itu bernama I League.
Dengan adanya empat kasta di sepak bola Indonesia, maka ada persaingan yang makin kompetitif. Jika dulu hanya tiga kasta, maka kasta ketiga bisa main biasanya saja. Tapi kini, kasta ketiga tidak bisa main biasa saja karena bisa degradasi ke Liga 4.