
SERAYUNEWS – PLN Indonesia Power memastikan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica tetap beroperasi optimal selama periode siaga Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan suci hingga masa mudik Lebaran.
Salah satu pembangkit strategis yang disiagakan adalah PLTA PB Soedirman. Pembangkit listrik tenaga air yang berada di Kabupaten Banjarnegara tersebut memiliki kapasitas terpasang sebesar 180 megawatt (MW). Ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan Jawa–Bali.
Energi listrik dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan ini disalurkan melalui jaringan transmisi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di berbagai wilayah.
PLTA PB Soedirman memiliki karakteristik operasional yang fleksibel. Kemampuan pembangkit listrik tenaga air untuk menyesuaikan beban secara cepat, menjadikannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasokan listrik.
Terutama saat terjadi lonjakan konsumsi energi pada waktu tertentu selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
Respons cepat tersebut membantu menjaga stabilitas frekuensi listrik sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa–Bali agar tetap aman dan stabil.
Untuk memastikan seluruh unit pembangkit bekerja maksimal, PLN Indonesia Power UBP Mrica melakukan pemantauan intensif melalui Central Control Room (CCR).
Tim operasional memonitor kondisi pembangkit secara real-time serta memastikan kesiapan peralatan, sistem, dan personel selama masa siaga kelistrikan.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Nazrul Very Andhi, mengatakan keberadaan PLTA PB Soedirman menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keandalan listrik nasional, khususnya pada momen Ramadan hingga Idul Fitri.
Menurutnya, seluruh unit pembangkit dipastikan berada dalam kondisi optimal sehingga mampu mendukung kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat.
Selain memastikan keandalan operasional pembangkit, PLN Indonesia Power UBP Mrica juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Aspek ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan pembangkit listrik tenaga air yang sangat bergantung pada kelestarian daerah tangkapan air.
“Perusahaan kami juga menjalankan berbagai program konservasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat yang melibatkan mitra binaan sebagai penggerak kegiatan di lapangan,” katanya.
Upaya memperkuat sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk MRICA Partnership Gathering 2026 yang mengusung tema “Konservasi Menginspirasi, Kolaborasi Menguatkan, Inovasi Menggerakkan Keberlanjutan.”
“Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kolaborasi antara PLN Indonesia Power UBP Mrica, insan media, dan para mitra binaan program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, mitra binaan tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga berperan aktif sebagai agen perubahan dalam upaya konservasi lingkungan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dengan kesiapan operasional pembangkit serta dukungan berbagai program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat, PLN Indonesia Power UBP Mrica optimistis mampu menjaga pasokan listrik berbasis energi baru terbarukan tetap andal selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.