
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 2,5 mengguncang Banjarnegara dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Getaran dirasakan warga di tiga kecamatan, tetapi hingga laporan terakhir belum ada informasi mengenai kerusakan akibat gempa.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan, berdasarkan hasil analisis dan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 08.47.12 WIB.
Episenter gempa berada pada koordinat 7,27 Lintang Selatan dan 109,64 Bujur Timur. Lokasinya berada di daratan, sekitar 18 kilometer sebelah barat laut Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan kedalaman hiposenter sekitar 11 kilometer.
BMKG mengklasifikasikan gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal. Berdasarkan posisi episenter dan kedalamannya, gempa diduga berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan masyarakat di Banjarmangu, Pandanarum, dan Kalibening.
Intensitas getaran berada pada kisaran II–III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dapat dirasakan oleh sejumlah orang di dalam rumah.
Sensasi yang dirasakan masyarakat antara lain menyerupai getaran ketika truk bermuatan melintas di sekitar bangunan.
Meski getaran dirasakan warga, hingga laporan tersebut dibuat belum terdapat laporan kerusakan akibat gempa M2,5 di Banjarnegara.
BMKG juga terus memantau aktivitas kegempaan setelah kejadian utama. Hingga pukul 09.23 WIB, hasil monitoring menunjukkan belum terdeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi resmi, terutama apabila terjadi perubahan aktivitas kegempaan.
BPBD Banjarnegara mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi mengenai gempa yang belum terverifikasi.
“Dari kejadian ini, kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi terkait gempa bumi maupun potensi aktivitas susulan sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG,” katanya.
Masyarakat dapat memperoleh informasi perkembangan gempa melalui kanal komunikasi resmi BMKG, termasuk Instagram dan X @infoBMKG, situs resmi BMKG dan InaTEWS, Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG untuk perangkat Android dan iOS.
Gempa bermagnitudo kecil tersebut menjadi pengingat bahwa Banjarnegara dan wilayah sekitarnya memiliki aktivitas tektonik yang perlu terus dipantau. Masyarakat diimbau tetap waspada tanpa perlu panik serta mengandalkan informasi dari sumber resmi.