
PURWOKERTO, SERAYUNEWS — Layanan bus Trans Banyumas ditargetkan kembali beroperasi pada 18 September 2026 setelah sebelumnya dihentikan sementara. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyiapkan anggaran Rp14,7 miliar melalui Perubahan APBD untuk mendukung operasional layanan tersebut hingga akhir 2026.
Selain menyiapkan anggaran, Pemkab Banyumas juga merencanakan penyesuaian tarif. Tarif penumpang umum disiapkan sebesar Rp5.000, sedangkan pelajar direncanakan membayar Rp3.000. Tarif itu naik dibandingkan sebelumnya yakni Rp3.900 untuk umum dan Rp2000 untuk pelajar/penumpang khusus.
Rencana tersebut mendapat respons positif dari pengguna Trans Banyumas. Salah satunya Audy, warga yang selama ini menggunakan layanan tersebut untuk menunjang mobilitasnya.
Menurut Audy, tarif Rp3.000 hingga Rp5.000 masih tergolong terjangkau. Ia menilai biaya tersebut sebanding dengan fasilitas yang diberikan Trans Banyumas, terutama dari sisi keamanan, kenyamanan, dan efisiensi waktu perjalanan.
“Sebenarnya tidak jauh beda, tapi harga yang ditetapkan Trans Banyumas dengan fasilitas yang aman dan nyaman efisien membuat saya lebih memilih menggunakan Trans,” kata Audy.
Audy juga menilai keberadaan titik pemberhentian menjadi salah satu keunggulan Trans Banyumas. Ia menyebut halte di kawasan Pasar Pon lebih dekat menuju pusat kota dibandingkan mikrobus yang saat ini menjadi alternatif transportasinya.
“Pasar Pon yang lebih dekat ke kota, dibanding mikrobus maksimal berhenti di Kalibogor. Kalau ke stasiun juga langsung ada pemberhentiannya,” ujarnya.
Selama Trans Banyumas berhenti beroperasi, Audy memilih menggunakan mikrobus. Meski menurutnya perbedaan biaya tidak terlalu jauh, ia tetap menilai Trans Banyumas lebih unggul dari segi fasilitas dan akses pemberhentian.
Jika layanan kembali berjalan, Audy memastikan akan kembali menggunakan Trans Banyumas. Ia berharap aspek keamanan, kenyamanan, dan efisiensi waktu yang selama ini dirasakan pengguna tetap dipertahankan.
“Kalau nanti beroperasi lagi tetap memilih Trans Banyumas dengan alasan yang sudah disebutkan,” katanya.
Hal senada disampaikan Andin, mahasiswa Universitas Wijayakusuma Purwokerto (UNWIKU) yang juga menjadi pengguna Trans Banyumas. Ia menilai rencana tarif Rp3.000 hingga Rp5.000 masih murah, bahkan dibandingkan tarif yang berlaku sebelumnya.
“Dengan tarif segitu menurut aku masih tergolong murah banget dari tarif sebelumnya dan pastinya aku bakalan naik lagi Trans-nya kalau dia sudah jalan lagi,” ujar Andin.
Andin mengaku menantikan kembali beroperasinya Trans Banyumas karena layanan tersebut selama ini membantunya untuk bepergian, termasuk saat hendak pulang.
Ia berharap pelayanan yang sudah baik dapat terus ditingkatkan. Salah satu hal yang menurutnya perlu diperhatikan adalah penambahan halte agar akses masyarakat terhadap layanan Trans Banyumas semakin luas.
“Yang aku harapin dari Trans, semoga ke depannya pelayanan yang sudah baik bisa lebih baik lagi, perbanyakin haltenya karena Banyumas wilayahnya lumayan agak luas ya, pasti tetap banyak yang minat,” katanya.
Sementara itu dikutip dari Serayunews, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan anggaran Rp14,7 miliar untuk operasional Trans Banyumas hingga akhir tahun telah dipersiapkan sejak awal 2026. Saat ini, Pemkab Banyumas masih mempercepat proses administrasi dan pengesahan anggaran bersama DPRD Kabupaten Banyumas serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Jujur, dana ini sudah saya kumpulkan sejak bulan Januari lalu untuk mengantisipasi kondisi seperti ini. Jadi, untuk operasional sampai akhir tahun dipastikan aman,” ujar Sadewo saat ditemui wartawan di Pendopo Si Panji Banyumas, Rabu (2/9/2026).
Selain pendapatan dari tiket, Pemkab Banyumas juga menyiapkan potensi pemasukan dari iklan pada bodi armada. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan biaya operasional terhadap subsidi APBD.
Sadewo menegaskan Pemkab Banyumas tidak ingin penghentian Trans Banyumas berlangsung berkepanjangan. Jika seluruh proses penganggaran dan administrasi dapat diselesaikan sesuai target, layanan transportasi publik tersebut diharapkan kembali melayani masyarakat mulai 18 September 2026. (dhiyan Al Ghani)