
SERAYUNEWS – Kehangatan dan rasa kekeluargaan sangat terasa di Panti Wredha Catur Nugraha, Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Sabtu (25/4/2026).
Dalam rangkaian perayaan Paskah 2026, Badan Koordinasi Umat Kristiani (Bakor Umkris) Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap bersama Persekutuan Wanita Kristen (PWK) RU IV Cilacap hadir membawa lebih dari sekadar bantuan, mereka membawa kasih dan perhatian.
Di tengah senyum para lansia yang akrab disapa opa dan oma, bakti sosial ini menjadi momen sederhana namun bermakna. Sapa hangat, obrolan ringan, hingga tawa kecil yang tercipta, menjadi bukti bahwa kebersamaan adalah hadiah yang tak ternilai.
Ketua Bakor Umkris RU IV Cilacap, Edward Natal Hasoloan Sinaga, menyampaikan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang selalu dihadirkan, terutama dalam momen reflektif seperti Paskah.
“Paskah mengajarkan tentang kasih dan pengorbanan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kasih itu secara nyata, menyapa dan berbagi dengan saudara-saudara kita di panti,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan yang disalurkan meliputi sembako, sprei, popok dewasa, obat-obatan, serta makanan ringan. Namun lebih dari itu, kehadiran para relawan menjadi penguat bahwa para penghuni panti tidak sendiri.
Kepala Panti Wredha Catur Nugraha, Suster Veronica Indrawati PMY, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehangatan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran Bakor Umkris dan PWK RU IV Cilacap menjadi kebahagiaan istimewa bagi para penghuni panti.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kasih yang dibagikan. Kehadiran Bapak dan Ibu semua membawa sukacita bagi opa dan oma di sini. Mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” tuturnya.
Bagi para opa dan oma, kunjungan ini menjadi suntikan semangat. Senyum yang merekah dan mata yang berbinar seolah menggambarkan kebahagiaan sederhana, diperhatikan, disapa, dan diingat.
Melalui kegiatan ini, Bakor Umkris dan PWK RU IV Cilacap berharap semangat Paskah dapat terus hidup, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam tindakan nyata yang menyentuh sesama. Karena pada akhirnya, kasih yang dibagikan dengan tulus akan selalu menemukan jalan untuk kembali menguatkan.