
PURWOKERTO, SERAYUNEWS – Harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 6 Juli 2026 masih mengacu pada penyesuaian yang diberlakukan sejak 1 Juli 2026.
Sejumlah badan usaha penyedia BBM kompak menurunkan harga produk nonsubsidi.
Sehingga memberikan angin segar bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi untuk kendaraan pribadi maupun operasional usaha.
Penyesuaian harga dilakukan oleh sejumlah operator SPBU, mulai dari Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation.
Penurunan harga ini menjadi salah satu yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir, terutama untuk produk diesel dan BBM beroktan tinggi.
Bagi Anda yang berencana mengisi bahan bakar pada awal pekan ini, mengetahui daftar harga terbaru dapat membantu memperkirakan pengeluaran sekaligus memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan.
Pertamina masih menjadi penyedia BBM terbesar di Indonesia dengan jaringan SPBU yang tersebar hampir di seluruh wilayah.
Pada penyesuaian harga yang berlaku mulai 1 Juli 2026, sejumlah produk nonsubsidi mengalami penurunan cukup besar.
Salah satu penurunan paling mencolok terjadi pada Pertamax Turbo. Produk BBM beroktan tinggi tersebut turun Rp1.450 per liter, dari sebelumnya Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter.
Sementara itu, Pertamina Dex mengalami penurunan lebih besar, yakni Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter.
Adapun Dexlite juga mengalami koreksi harga sebesar Rp3.300 per liter, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter.
Berikut daftar harga BBM Pertamina di wilayah DKI Jakarta yang masih berlaku mulai 6 Juli 2026:
Penurunan harga ini membuat selisih antara BBM nonsubsidi dan BBM subsidi menjadi lebih kompetitif.
Sehingga, sebagian pengguna kendaraan dapat mempertimbangkan penggunaan bahan bakar dengan kualitas lebih tinggi.
Selain Pertamina, BP-AKR juga menyesuaikan harga produk BBM yang dijual di seluruh jaringan SPBU-nya.
Berikut daftar harga terbaru BBM BP-AKR:
Produk BP Ultimate dikenal memiliki angka oktan tinggi yang dirancang untuk membantu menjaga performa mesin sekaligus meningkatkan efisiensi pembakaran pada kendaraan modern.
Shell Indonesia juga melakukan penyesuaian harga pada produk nonsubsidi. Berdasarkan informasi terbaru, harga yang tersedia adalah:
Tidak dicantumkannya harga beberapa produk dapat terjadi karena proses pembaruan data atau penyesuaian distribusi di wilayah tertentu.
Oleh karena itu, konsumen disarankan mengecek langsung melalui aplikasi atau SPBU Shell terdekat sebelum melakukan pengisian.
Vivo Energy Indonesia juga mempertahankan harga hasil penyesuaian awal Juli. Berikut daftar harga BBM Vivo:
Vivo menjadi salah satu pilihan masyarakat karena menawarkan BBM nonsubsidi dengan harga yang kompetitif, terutama untuk kendaraan berbahan bakar bensin.
Mobil Indostation turut mengikuti tren penyesuaian harga yang dilakukan operator SPBU lainnya.
Untuk saat ini, harga yang berlaku adalah:
Meskipun jaringan SPBU Mobil belum sebanyak operator lain, kehadirannya memberikan alternatif bagi konsumen dalam memilih bahan bakar sesuai kebutuhan.
Harga produk-produk tersebut mengikuti berbagai faktor, terutama perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Selain itu, perusahaan penyedia BBM juga mempertimbangkan harga publikasi minyak internasional.
Adapun seperti Mean of Platts Singapore (MOPS), yang menjadi salah satu acuan dalam menentukan harga jual BBM di kawasan Asia.
Ketika harga minyak mentah dunia mengalami pelemahan dalam periode tertentu, biaya pengadaan BBM menjadi lebih rendah sehingga perusahaan memiliki ruang untuk menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
Artinya, nilai tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar energi global, kebijakan perusahaan, hingga pergerakan nilai tukar mata uang.
Selain mempertimbangkan harga, Anda juga sebaiknya memilih BBM sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
Penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang sesuai dapat membantu menjaga performa mesin, mengurangi risiko knocking, serta meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Untuk kendaraan dengan mesin berteknologi modern atau berkompresi tinggi, penggunaan BBM beroktan lebih tinggi umumnya lebih disarankan.
Sementara kendaraan dengan spesifikasi standar dapat menggunakan BBM sesuai ketentuan yang tercantum dalam buku manual.
Selain itu, mengisi BBM di SPBU resmi juga penting untuk memastikan kualitas bahan bakar tetap terjaga.
Dengan turunnya harga BBM nonsubsidi sejak awal Juli yang masih berlaku mulai 6 Juli 2026, masyarakat memiliki kesempatan memperoleh bahan bakar berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.***