
JAKARTA, SERAYUNEWS – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada Rabu (9/9/2026).
Harga emas Antam untuk ukuran 1 gram kini berada di level Rp2.610.000, atau turun Rp17.000 dibandingkan harga perdagangan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.460.000 per gram, turun Rp20.000 dari perdagangan sebelumnya.
Pergerakan tersebut membuat selisih antara harga jual dan harga buyback emas Antam tetap cukup lebar.
Bagi Anda yang berencana membeli maupun menjual kembali emas, perubahan harga harian ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Mengacu pada data Logam Mulia Antam per 9 September 2026, emas batangan tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Berikut daftar harga emas Antam sebelum pajak PPh sebesar 0,25 persen:
Harga emas Antam diperbarui setiap hari pada pukul 08.30 WIB. Nilai yang dibayarkan saat pembelian dapat berbeda setelah memperhitungkan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Harga buyback atau nilai pembelian kembali emas Antam juga ikut terkoreksi. Pada Rabu, harganya berada di level Rp2.460.000 per gram.
Angka tersebut turun Rp20.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Dengan demikian, penurunan harga buyback tercatat lebih besar dibandingkan koreksi harga jual emas Antam yang turun Rp17.000 per gram.
Harga buyback dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang memiliki emas Antam dan sedang mempertimbangkan untuk menjualnya kembali.
Penurunan harga emas Antam terjadi bersamaan dengan pelemahan harga emas di pasar global. Harga emas spot tercatat turun 1,25 persen menjadi US$4.349,8 per troy ons.
Pada saat yang sama, harga minyak Brent naik 2,29 persen menjadi US$99,39 per barel.
Kenaikan harga energi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi serta prospek suku bunga yang tetap tinggi.
Suku bunga tinggi cenderung memberikan tekanan terhadap emas karena logam mulia tidak menghasilkan imbal hasil atau bersifat non-yielding.
Investor dapat mempertimbangkan instrumen berbasis bunga ketika tingkat suku bunga berada pada level yang menarik.
Faktor geopolitik juga turut menjadi perhatian pasar setelah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali terjadi di sekitar Pulau Kharg dan Kota Jask.
Situasi tersebut menambah ketidakpastian di pasar global. Meski demikian, tekanan dari kenaikan harga energi dan prospek suku bunga tinggi masih menjadi faktor yang membebani pergerakan harga emas.
Bagi Anda yang mengikuti harga emas untuk investasi, perubahan harga jual dan buyback perlu diperhatikan secara bersamaan.
Keduanya dapat memberikan gambaran berbeda mengenai kondisi pasar emas pada hari perdagangan tersebut. (Robbi Adi Saputro)