
CILACAP, SERAYUNEWS – Peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum bagi Alfamart untuk memperkuat upaya pencegahan stunting. Lewat Program Satu Telur Sehari (STS), Alfamart terus mengintensifkan intervensi gizi bagi anak sekaligus mengajak keluarga meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan bergizi dan pola hidup sehat sebagai fondasi tumbuh kembang anak.
Program yang telah memasuki tahun keempat tersebut menargetkan 2.700 anak terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota dengan penyaluran lebih dari 510.000 butir telur selama enam bulan pelaksanaan.
Alfamart juga melengkapi program tersebut dengan edukasi gizi bagi para orang tua yang disampaikan oleh Dokter Puskesmas Kampung Laut, dr. Oktaryan Eko. Langkah ini dilakukan agar intervensi gizi yang diberikan dapat berjalan lebih optimal melalui perubahan pola asuh, kebiasaan makan, serta pemahaman keluarga terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak dini.
Momentum Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli dimanfaatkan Alfamart untuk menghadirkan edukasi langsung dari tenaga kesehatan kepada para orang tua penerima manfaat Program Satu Telur Sehari.
Salah satunya digelar di Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Sebanyak 35 penerima manfaat bersama orang tuanya mengikuti edukasi gizi pada Rabu (15/7/2026).
Kecamatan Kampung Laut merupakan salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Cilacap yang memiliki karakteristik geografis unik. Untuk mencapai wilayah tersebut, perjalanan harus ditempuh menggunakan perahu selama sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Pelabuhan Seleko, menyusuri kawasan perairan dan hutan mangrove yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
Kondisi geografis tersebut tidak menyurutkan komitmen Alfamart bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap melalui Puskesmas Kampung Laut dalam memastikan Program Satu Telur Sehari menjangkau setiap penerima manfaat. Setiap periode penyaluran, petugas kesehatan mengangkut bantuan telur menggunakan perahu untuk kemudian didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat di sejumlah desa. Di balik setiap butir telur yang diterima anak-anak, terdapat perjalanan panjang yang ditempuh selama sekitar 1,5 hingga 2 jam sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pemenuhan gizi balita di wilayah dengan akses terbatas.
Dalam sesi edukasi tersebut, Dokter Puskesmas Kampung Laut, dr. Oktaryan Eko, menyampaikan materi bertajuk “Pola Makan Seimbang untuk Balita”. Edukasi tersebut membahas pentingnya memberikan makanan yang bergizi, aman dan higienis, sesuai dengan usia anak, serta disusun secara beragam dan seimbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi balita. Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membiasakan pola makan sehat sejak dini, memilih bahan pangan bergizi, serta menyajikan makanan yang bervariasi agar kebutuhan gizi anak terpenuhi secara optimal sebagai upaya mencegah stunting.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Oktaryan Eko juga menjelaskan bahwa telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik untuk mendukung pertumbuhan balita. Selain mudah diperoleh, telur mengandung protein berkualitas tinggi serta berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak. Telur juga dapat diolah menjadi berbagai menu sederhana yang sesuai dengan usia balita, seperti telur rebus, telur kukus, maupun telur dadar yang dipadukan dengan sayuran sehingga menjadi pilihan makanan bergizi, praktis, dan disukai anak.
“Pemenuhan gizi seimbang pada balita tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang dikonsumsi, tetapi juga kualitas, keberagaman, keamanan, serta kesesuaiannya dengan usia anak. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik untuk balita dan dapat diolah menjadi berbagai menu sehat yang disukai anak. Dengan membiasakan pola makan yang sehat sejak dini, orang tua telah memberikan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak yang optimal sekaligus membantu mencegah stunting,” ujar dr. Oktaryan Eko.
Kolaborasi antara Alfamart, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dan Puskesmas Kampung Laut menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting tidak hanya membutuhkan intervensi gizi, tetapi juga sinergi berbagai pihak agar manfaat program dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan akses yang tidak mudah. Melalui pendistribusian telur yang disertai edukasi gizi kepada orang tua, Program Satu Telur Sehari diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak secara berkelanjutan.
Program Satu Telur Sehari Alfamart menyasar anak usia 1 hingga 3 tahun yang terdata terindikasi stunting berdasarkan pendataan bersama Dinas Kesehatan dan kader Posyandu di masing-masing daerah.
Selama enam bulan pelaksanaan yang dimulai sejak Mei 2026, setiap anak menerima bantuan satu butir telur setiap hari. Penyaluran dilakukan secara periodik melalui Dinas Kesehatan maupun kader Posyandu setempat sehingga pendampingan terhadap penerima manfaat dapat berjalan secara berkelanjutan.
Perjalanan program tersebut juga menunjukkan peningkatan dampak dari tahun ke tahun. Pada 2022, Alfamart mendistribusikan 177.000 butir telur kepada 1.000 anak di 10 kabupaten/kota.
Program kemudian berlanjut pada 2024 dengan penyaluran 103.000 butir telur kepada 591 anak di 12 kabupaten/kota. Setahun berikutnya, jangkauan diperluas menjadi 25 kabupaten/kota melalui distribusi 189.000 butir telur kepada 1.000 anak.
Sementara pada 2026, program mencapai pelaksanaan terbesar sejak pertama kali dijalankan, dengan distribusi lebih dari 510.000 butir telur kepada 2.700 anak di 39 kabupaten/kota.

General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengatakan Program Satu Telur Sehari terus dikembangkan berdasarkan evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
“Program ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Perluasan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas pihak mampu menghadirkan dampak yang semakin besar dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia,” ujar Rani.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang disalurkan atau luasnya wilayah yang dijangkau, tetapi juga dari perubahan perilaku keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Berdasarkan hasil monitoring internal tahun 2025, sekitar 72 persen anak penerima manfaat mengalami peningkatan berat badan sebagai salah satu indikator perbaikan status gizi. Capaian tersebut menjadi dasar Alfamart untuk terus memperkuat kualitas program melalui pendampingan dan edukasi kepada orang tua.
“Intervensi gizi akan lebih optimal ketika dibarengi dengan peningkatan pengetahuan orang tua. Karena itu, kami tidak hanya memberikan telur, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung dari para ahli agar keluarga memahami pentingnya gizi seimbang, pola makan yang tepat, serta pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan pemberdayaan. Harapannya, Program Satu Telur Sehari membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga dan berkontribusi pada upaya nasional menekan angka stunting,” tutup Rani.