
BANYUMAS, SERAYUNEWS – Proses pelaksanaan ekshumasi makam almarhum Sutrimo, menimbulkan rasa penasaran masyarakat sekitar. Puluhan warga memadati sekitar kawasan TPU Baturagung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Rabu (12/08/2026).
Pukul 09.00 WIB sejumlah warga silih berganti mendatangi lokasi makam. Meskipun akses hanya bisa dilalui satu kendaraan mobil, warga rela untuk memarkirkan kendaraannya jauh dan menuju berjalan kaki mendekat ke TPU.
Salah satu warga setempat Warti mengaku sengaja datang karena penasaran. Pasalnya ekshumasi merupakan hal yang belum pernah terjadi di daerahnya.
“Saya datang ke sini karena penasaran. Baru pertama kali ada yang seperti ini. Di daerah sini belum pernah,” kata Warti, Rabu (12/8/2026).
Warti datang bersama suaminya menggunakan sepeda motor. Kendaraannya bahkan harus diparkir cukup jauh dari lokasi makam.
Namun, Warti tidak dapat mendekat ke lokasi ekshumasi karena area tersebut dijaga dan dibatasi untuk masyarakat. Dia akhirnya hanya bisa menyaksikan dari luar.
“Tadi diantar suami, sepeda motornya diparkir di sana, lumayan jauh. Tapi ternyata tidak bisa masuk. Ya tidak apa-apa, nonton dari sini. Sebenarnya kalau bisa masuk ya kepengin,” ujarnya.
Rasa penasaran serupa juga dirasakan Tika, warga dari Desa Cikakak. Dia mengaku mengetahui adanya proses ekshumasi tersebut dari media sosial.
“Saya datang dari Cikakak. Saya dengar dari medsos, jadi penasaran buat datang ke sini. Tadi berangkat bareng suami naik sepeda motor,” kata Tika.
Meski menarik perhatian warga, jelang ekshumasi petugas kepolisian melakukan pengamanan di area garis polisi. Polisi menyiagakan ratusan personel untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.
Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi mengatakan sebanyak 183 personel diterjunkan untuk mengamankan proses ekshumasi makam Sutrismo.
“Kami telah menyiapkan pengamanan anggota yang disiagakan 183 personel. Hal ini untuk menjaga proses ekshumasi makam almarhum Sutrismo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas,” ujar Petrus.
Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar ekshumasi jenazah Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Proses pembongkaran makam ini berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Baturagung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, pada Rabu (12/08/2026).
“Hari ini, sesuai rencana kita akan melaksanakan ekkshumasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto SIK MSi, dalam keterangannya di lokasi, Rabu pagi.
Budi menjelaskan bahwa proses ekshumasi ini didukung penuh oleh Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas. Pelaksanaannya dipimpin langsung oleh tim ahli forensik.
“Dipimpin Ketua PDFMI (Persatuan Dokter Forensik-Medikolegal Indonesia) Brigjen dr Hastry dan Prof dr Yudi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ekshumasi kali ini mencakup tiga tahapan utama, yakni pembongkaran kuburan, pemeriksaan luar jenazah, hingga pemeriksaan organ dalam.
“Ada tiga tahapan yang akan dilakukan pada ekshumasi kali ini, Pembongkaran kuburan, pemeriksaan luar jenazah, pemeriksaan bagian dalam,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI), Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F, menyampaikan bahwa penanganan jenazah melibatkan lintas disiplin ilmu, termasuk tim toksikologi dari Universitas Islam Negeri (UIN) dan Universitas Airlangga (UNAIR).
“Nanti juga dari ahli DNA dan ahli histopathologi anatomi. Sehingga kita bekerja dengan menyeluruh, komprehensif dan hasilnya juga berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium nanti yang kita dapatkan,” katanya.