Kamis, 7 Juli 2022

Heboh Tiga Bocil Tunjukkan Kemaluan di Kawasan GOR Goentoer Darjono Purbalingga 

Heboh Tiga Bocil Tunjukkan Kemaluan di Kawasan GOR Goentoer Dardjono Purbalingga. (Amin)

Baru-baru ini masyarakat Kabupaten Purbalingga dibuat geger dengan aksi tiga bocah cilik (bocil). Tiga bocil yang diperkirakan usia 7 tahun itu menunjukan kemaluan pada perempuan dewasa. Peristiwa itu terjadi di kawasan GOR Goentoer Darjono Purbalingga.


Purbalingga, serayunews.com

Video berdurasi 30 menit beredar masif di media sosial, di antaranya whatsapp grup. Dalam video itu, awalnya terlihat seorang perempuan mengenakan pakaian olahraga. Perempuan itu sedang melakukan joging di kawasan GOR Goentoer Darjono. Di belakang si perempuan ada temannya yang sedang memvideo.

Baca juga  Dua Calon Haji asal Kabupaten Purbalingga Batal Berangkat, Begini Penjelasannya

Kemudian, seorang anak kecil menggunakan celana pendek kolor dan kaus lengan panjang, menurunkan celananya. Sontak si perempuan pun kaget karena diperlihatkan kemaluan anak kecil yang belum disunat itu.

Tak berselang lama, dua bocil lain datang menyusul. Keduanya pun melakukan hal yang sama. Teman perempuan itu pun masih dalam kondisi merekam. Mereka kaget dan mengingatkan pada bocil bahwa itu perbuatan yang tak terpuji. Namun bocil tak menghiraukan, malah semakin semangat menunjukkan kemaluannya.

Belum diketahui pastinya, kapan waktu peristiwa itu terjadi. Namun, diprediksikan dengan kuat, peristiwa itu terjadi di kawasan GOR Goentoer Darjono, Kamis pagi.

Baca juga  Berkas Lengkap, Polisi Serahkan Perkara Guru Cabul ke Kejaksaan Purbalingga 

“Secara pasti tidak diketahui. Tapi perkiraan petugas GOR itu kejadian tadi pagi,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporpar) Kabupaten Purbalingga, Ir Prayitno, Kamis (05/05/2022) malam.

Prayitno menyampaikan, Dinas sudah berkoordinasi dengan pengelola GOR Goentoer. Pengelola diminta untuk memastikan alamat anak tersebut. Jika memang bisa ditemukan alamatnya, maka perlu diketahui latar belakang keluarganya.

“Kita (Dinas, red) sudah koordinasi dengan pengelola, untuk cari alamat anak tersebut. Apakah warga sekitar atau bukan, bagaimana latar belakang keluarganya,” ujarnya.

Peristiwa itu, lanjut Prayitno, sangat memperihatinkan. Meskipun dilakukan oleh anak di bawah umur, namun sangat memalukan. Hal itu pun baru pertama kali terjadi di Purbalingga.

Baca juga  Ribuan Petani Syukuran di Batang Bersama Jokowi dan Ganjar

“Sangat disayangkan, memperihatinkan. Mungkin kalau sudah ketemu alamatnya, akan dilakukan pembinaan. Jika dirasa perlu akan dihadirkan psikolog, atau akan dibawa ke dinas sosial,” kata dia.

Editor :M Amron

Berita Terkait

Berita Terkini