
SERAYUNEWS – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan LPG 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Banjarnegara diprediksi meningkat signifikan.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Banjarnegara mendapatkan tambahan kuota atau ekstra droping hingga 300 persen dari kuota harian normal.
Tambahan pasokan ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan gas bersubsidi bagi masyarakat selama periode mudik dan libur panjang Lebaran 2026.
Pada hari normal, Kabupaten Banjarnegara menerima kuota harian sekitar 32.500 tabung LPG 3 kilogram. Distribusi tersebut disalurkan melalui 17 agen dan 1.660 pangkalan yang tersebar di berbagai wilayah.
Koordinator LPG 3 Kilogram Banjarnegara, Supono, mengatakan tambahan kuota tersebut telah disetujui dan akan didistribusikan secara bertahap menjelang hingga setelah Lebaran.
“Tahun ini kita mendapat tambahan 300 persen dari kuota harian, dan itu akan didistribusikan dalam beberapa hari,” katanya.
Menurut Supono, distribusi tambahan pasokan gas melon akan dilakukan dalam beberapa tahap. Salah satunya dengan penambahan 54 truk LPG yang dijadwalkan masuk pada 19 Maret 2026 atau menjelang Lebaran.
Distribusi tambahan juga dilakukan pada 22 Maret, yakni sehari setelah Lebaran yang bertepatan dengan masa libur Hari Raya Nyepi.
Selain itu, Banjarnegara juga telah memiliki dua SPBG yang siap mendukung suplai LPG 3 kilogram agar distribusi tetap lancar.
“Kami juga menyiapkan beberapa pangkalan yang siaga 24 jam, harapannya masyarakat tidak sampai kehabisan gas,” ujarnya.
Secara umum, Pertamina Patra Niaga juga telah menambah pasokan dan kuota LPG 3 kilogram untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Idulfitri.
“Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang yang diikuti perayaan Idul Fitri,” katanya.
Untuk Kabupaten Banjarnegara sendiri, tambahan hingga 300 persen dari kuota harian tersebut diharapkan mampu memastikan stok gas melon tetap aman selama periode Lebaran.
Supono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok LPG 3 kilogram di Banjarnegara dipastikan dalam kondisi aman dan tercukupi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar terkait kelangkaan gas melon.
“Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Selain itu, ia meminta masyarakat menggunakan LPG sesuai peruntukannya. LPG 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, sementara masyarakat mampu diharapkan menggunakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas.
Dengan langkah tersebut, diharapkan distribusi gas bersubsidi di Banjarnegara tetap tepat sasaran dan kebutuhan masyarakat selama Lebaran dapat terpenuhi.