
SERAYUNEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng baru saja menggelontorkan dana jumbo sebesar Rp33,2 miliar. Anggaran fantastis ini khusus untuk menyuntik tenaga pada program TMMD Jateng 2026 (TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke-128) serta Sengkuyung Tahap II, demi menyulap kawasan pelosok menjadi jauh lebih maju.
Keputusan untuk menumpahkan fokus anggaran ke kawasan perdesaan ini jelas bukan tanpa alasan. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi di acara pembukaan di Desa Puro, Sragen, Rabu (22/4/2026), menegaskan betapa krusialnya memulai pembangunan dari tingkat paling bawah.
“Sekitar 80 persen wilayah dan penduduk kita itu letaknya ada di desa. Jadi, sudah sewajarnya kalau fondasi pembangunan harus kita genjot dari desa,” papar Sumarno.
Ia juga melontarkan apresiasi tinggi atas solidnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan jajaran TNI. Keterlibatan aparat dalam TMMD Jateng 2026 dinilai strategis, mengingat TNI memiliki struktur komando yang mengakar kuat hingga ke pelosok desa. Kehadiran program ini sukses menjadi simbol kemanunggalan nyata dalam mempercepat roda ekonomi daerah terpencil.
Pelaksanaan TMMD Jateng 2026 bergulir serentak dari tanggal 22 April hingga 21 Mei 2026. TMMD akan terbagi ke dalam dua target utama, yakni sasaran fisik dan nonfisik.
Dansatgas TMMD Reg-128, Dindin Rohidin, membocorkan rincian target pembangunan infrastruktur yang akan dieksekusi. “Untuk sasaran fisik, kami akan menggarap pengecoran jalan sepanjang 1.100 meter, pembuatan talud 150 meter, serta merehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kami juga menyiapkan fasilitas sanitasi berupa 10 unit jamban sehat dan satu titik sumur bor air bersih,” rincinya.
Tidak hanya membangun beton dan jalan, TMMD Jateng 2026 juga membawa misi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Sasaran nonfisiknya difokuskan pada edukasi warga, mulai dari penyuluhan wawasan kebangsaan, percepatan penurunan angka stunting, penguatan posyandu, hingga pelatihan di sektor pertanian dan perikanan.
Sebagai bentuk aksi nyata pada hari peluncurannya, pemerintah daerah bersama aparat juga langsung menyerahkan berbagai bantuan sosial kepada warga Sragen. Mulai dari paket sembako, perbaikan RTLH, hingga fasilitas air bersih, semuanya disalurkan untuk memastikan kualitas hidup masyarakat desa segera meningkat.