
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Harapan warga untuk menyeberangi Sungai Serayu melalui Jembatan Gantung Purwonegoro–Kincang kini tinggal kenangan. Satu-satunya jalur penghubung yang selama bertahun-tahun menjadi akses utama masyarakat itu akhirnya ambruk setelah salah satu sling baja penyangganya tak lagi mampu menahan beban akibat usia dan korosi.
Jembatan gantung sepanjang 72 meter yang menghubungkan Desa Purwonegoro, Kecamatan Purwanegara, dengan Desa Kincang, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, kini lumpuh total dan tidak dapat dilalui sama sekali.
Peristiwa tersebut terjadi pada pekan lalu sekitar pukul 16.00 WIB. Beruntung, saat sling baja di sisi timur jembatan putus, tidak ada warga yang sedang melintas sehingga insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Putusnya jembatan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Jalur yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas warga mendadak terputus.
Kini masyarakat terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak yang lebih jauh dan waktu tempuh yang lebih lama.
Sebelum ambruk, kondisi jembatan sebenarnya sudah memprihatinkan. Salah satu sling baja telah lebih dulu mengalami kerusakan sehingga lantai jembatan menjadi miring dan tidak lagi aman dilintasi, baik oleh pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor.
Kerusakan terus memburuk hingga akhirnya sling utama di sisi timur putus total.
Nasiyah, salah seorang warga sekitar, mengatakan kejadian itu berlangsung begitu cepat. Menurutnya, sling baja jembatan sudah lama menunjukkan tanda-tanda kerusakan akibat berkarat dimakan usia.
“Tali jembatan putus sekitar pukul empat sore. Kondisinya memang sudah tua dan berkarat. Alhamdulillah saat kejadian tidak ada warga yang sedang melintas, sehingga tidak ada korban,” ujarnya.
Meski tidak menimbulkan korban, warga kini harus menghadapi konsekuensi yang tidak ringan. Mereka kehilangan akses tercepat menuju desa tetangga yang selama ini dimanfaatkan untuk bekerja, berdagang, bersekolah, hingga mengurus berbagai kebutuhan sehari-hari.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara, Djarkasi, mengaku prihatin atas putusnya jembatan tersebut. Menurutnya, Jembatan Purwonegoro–Kincang memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas ekonomi masyarakat di dua kecamatan.
“Jembatan ini merupakan akses vital bagi warga. Dengan putusnya jembatan, aktivitas ekonomi masyarakat tentu sangat terganggu. Kami berharap penanganan dapat segera dilakukan agar akses masyarakat kembali normal,” katanya.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki atau membangun kembali jembatan tersebut. Selain menjadi penghubung antarwilayah, keberadaan jembatan selama ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan warga di sekitar Sungai Serayu.
Bagi mereka, putusnya jembatan bukan hanya rusaknya sebuah bangunan, melainkan terputusnya akses yang selama ini menghubungkan pekerjaan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas sehari-hari.
Warga Terpaksa Menempuh Jalur Alternatif yang Lebih Jauh
Hingga jembatan kembali berdiri, warga harus bersabar menempuh perjalanan yang lebih panjang demi menjalani rutinitas mereka. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar akses ekonomi dan mobilitas masyarakat kembali pulih.