
CILACAP, SERAYUNEWS – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Cilacap yang menunaikan ibadah haji tahun 2026 dipastikan telah kembali ke Tanah Air dengan selamat.
Sebanyak 1.282 jemaah kini telah berkumpul kembali bersama keluarga setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap menyebut proses pemulangan jemaah berlangsung lancar hingga kloter terakhir tiba di Cilacap pada Rabu (1/7/2026) dini hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Banu Tolib, mengatakan rombongan terakhir jemaah asal Cilacap tergabung dalam Kloter 81 Debarkasi Solo.
Kloter tersebut tiba di Solo pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Cilacap dan tiba sekitar pukul 03.00 WIB.
“Ada 14 jemaah haji Cilacap yang masuk kloter terakhir, kloter gabungan, dan alhamdulillah seluruh proses pemulangan jamaah haji Cilacap berjalan dengan lancar dan semuanya utuh kembali ke Cilacap,” ujarnya.
Menurut Banu, capaian yang paling disyukuri pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini adalah tidak adanya jemaah asal Kabupaten Cilacap yang meninggal dunia selama musim haji 2026.
Padahal, sebagian besar peserta haji tahun ini merupakan jemaah lanjut usia (lansia) yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Meski demikian, terdapat satu jemaah yang mengalami gangguan pada bagian kaki setelah menyelesaikan puncak ibadah haji.
Kondisi tersebut membuat jemaah tersebut dipulangkan lebih awal melalui mekanisme tanazul dan bergabung dengan kloter yang lebih dahulu kembali ke Indonesia.
“Ada satu jemaah yang mengalami musibah berupa gangguan pada kaki, setelah melaksanakan ibadah utama haji setibanya di Madinah dari Makkah, sehingga pulang lebih awal (tanazul) ikut kloter sebelumnya. Namun secara umum alhamdulillah semua penyelenggaraan haji cukup lancar dan sangat disyukuri karena semuanya bisa kembali ke Cilacap dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Banu menilai keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, kepolisian, petugas kesehatan, hingga instansi terkait yang terlibat sejak proses persiapan keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
Menurutnya, penerapan aspek istithaah atau kelayakan kesehatan menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran ibadah haji para jemaah.
“Sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, utamanya dinas kesehatan dalam mengawal kelayakan (istithaah) kesehatan jemaah sejak awal, kami rasa menjadi poin penting, sehingga alhamdulillah jemaah bisa berangkat, menjalankan ibadah haji dan pulang dalam kondisi sehat dan utuh,” jelasnya.
Selain mengapresiasi dukungan berbagai instansi, Banu juga memberikan penghargaan kepada seluruh jemaah haji asal Cilacap yang dinilai mampu menjaga kesiapan fisik dan mental selama berada di Tanah Suci.
Meskipun banyak di antaranya merupakan jemaah lansia, seluruh jemaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan baik dan kembali ke kampung halaman dalam kondisi selamat.
Pihaknya berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus evaluasi positif agar pelayanan dan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Cilacap pada tahun-tahun mendatang semakin optimal.