
SERAYUNEWS –Kekalahan Liverpool FC dari tim juru kunci bukan sekadar hasil minor. Tumbang 1-2 dari Wolverhampton Wanderers pada pekan ke-29 Premier League, Rabu (4/3/2026) WIB, memunculkan satu pertanyaan besar: masih pantaskah Arne Slot bertahan di kursi pelatih Liverpool?
Bertandang ke Stadion Molineux, Liverpool sejatinya tampil dominan. Penguasaan bola mencapai 66 persen, melepaskan 15 tembakan dengan empat mengarah ke gawang. Sebaliknya, Wolves hanya mencatatkan lima tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran.
Babak pertama berakhir tanpa gol meski Liverpool mengontrol jalannya laga. Petaka justru datang di paruh kedua. Menit ke-78, Rodrigo Gomes memecah kebuntuan dan membuat publik Stadion Molineux bergemuruh.
Liverpool sempat membalas melalui gol Mohamed Salah pada menit ke-83. Skor berubah 1-1 dan asa kembali menyala. Namun harapan itu runtuh di masa injury time setelah Andre Trindade mencetak gol penentu kemenangan Wolves. Skor akhir 2-1 untuk tuan rumah.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena Wolves memasuki laga dengan status juru kunci. Dari 30 pertandingan, mereka hanya meraih tiga kemenangan, tujuh hasil imbang, dan menelan 20 kekalahan. Salah satu kemenangan langka itu justru hadir saat menghadapi Liverpool.
Sebelum kekalahan ini, Liverpool tampil solid. Mereka menang besar atas West Ham United dengan skor 5-2, mencuri kemenangan 1-0 di kandang Nottingham Forest, serta menundukkan Brighton & Hove Albion 3-0.
Pertanyaannya, mengapa justru terpeleset saat menghadapi tim peringkat 20 klasemen?
Hasil ini membuat posisi Liverpool semakin rawan. Mereka kini tercecer di peringkat lima klasemen sementara, berada di bawah Manchester United dan Aston Villa. Target finis di papan atas mulai terlihat goyah.
Tekanan terhadap Arne Slot pun kian menguat. Musim ini dinilai berbeda karena sejumlah isu internal disebut-sebut mengganggu harmoni ruang ganti.
Performa sejumlah pemain inti belum sepenuhnya meyakinkan. Mohamed Salah memang masih mencetak gol, tetapi dinilai belum kembali ke level terbaiknya.
Sementara itu, sang kapten Virgil van Dijk juga mulai disorot karena dianggap tidak lagi segarang musim-musim emasnya dalam mengawal lini belakang.
Kekalahan dari juru kunci mungkin hanya satu pertandingan. Namun, dalam kompetisi seketat Liga Inggris, satu hasil buruk kerap menjadi awal efek domino.
Kini sorotan mengarah ke manajemen Liverpool. Apakah mereka akan tetap bersabar dengan Arne Slot, atau justru mulai mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih sebelum semuanya terlambat?