
SERAYUNEWS – Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu momen paling istimewa dalam bulan Ramadhan.
Banyak umat Islam yang menantikan malam penuh kemuliaan ini karena diyakini memiliki keutamaan luar biasa.
Pada malam tersebut, pahala ibadah disebut lebih baik dibandingkan beribadah selama seribu bulan.
Menjelang pertengahan Ramadhan 1447 Hijriah atau tahun 2026, pertanyaan mengenai kapan tepatnya malam Lailatul Qadar kembali ramai dibahas.
Hal ini wajar karena umat Islam ingin memaksimalkan ibadah pada waktu yang paling utama.
Meskipun demikian, dalam ajaran Islam tidak ada kepastian tanggal pasti mengenai kapan malam Lailatul Qadar terjadi.
Para ulama hanya memberikan perkiraan berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW dan kajian para ahli fikih.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1 hingga 5.
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar.
Allah SWT juga menyebutkan bahwa malam tersebut memiliki nilai yang lebih baik daripada seribu bulan.
Pada malam itu para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur berbagai urusan. Suasana malam Lailatul Qadar digambarkan penuh ketenangan hingga terbit fajar.
Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa pada malam tersebut.
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak menetapkan tanggal pasti terjadinya malam Lailatul Qadar.
Bahkan terdapat riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi pernah mengetahui waktunya, namun kemudian dibuat lupa oleh Allah SWT.
Para ulama kemudian menyimpulkan bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Pendapat yang paling banyak dipegang adalah bahwa malam tersebut terjadi pada malam-malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.
Sebagian ulama dalam mazhab Syafi’i berpendapat bahwa peluang terbesar terjadi pada malam ke-21 atau ke-23.
Sementara itu, banyak ulama lain meyakini bahwa malam ke-27 memiliki kemungkinan paling besar.
Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan sering kali memiliki perbedaan antara organisasi keagamaan dan pemerintah.
Hal ini juga memengaruhi perhitungan tanggal pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan penetapan ini, malam pertama Ramadhan dimulai sejak Selasa malam, 17 Februari 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadhan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perbedaan satu hari ini membuat perkiraan malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir juga memiliki selisih waktu.
Berdasarkan kalender yang digunakan Muhammadiyah, sepuluh malam terakhir Ramadhan dimulai pada malam 9 Maret 2026. Malam-malam ganjil yang berpotensi menjadi Lailatul Qadar adalah:
Malam ke-21 Ramadhan: 9–10 Maret 2026
Malam ke-23 Ramadhan: 11–12 Maret 2026
Malam ke-25 Ramadhan: 13–14 Maret 2026
Malam ke-27 Ramadhan: 15–16 Maret 2026
Malam ke-29 Ramadhan: 17–18 Maret 2026
Pada rentang tanggal tersebut umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah karena peluang terjadinya Lailatul Qadar sangat besar.
Menurut perhitungan pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sepuluh malam terakhir Ramadhan dimulai satu hari lebih lambat. Oleh karena itu, malam-malam ganjilnya diperkirakan sebagai berikut:
Malam ke-21 Ramadhan: 10–11 Maret 2026
Malam ke-23 Ramadhan: 12–13 Maret 2026
Malam ke-25 Ramadhan: 14–15 Maret 2026
Malam ke-27 Ramadhan: 16–17 Maret 2026
Malam ke-29 Ramadhan: 18–19 Maret 2026
Meskipun terdapat perbedaan tanggal, kesempatan untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar tetap terbuka bagi semua umat Islam.
Beberapa hadis menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar memiliki ciri-ciri tertentu.
Meski tidak selalu mudah dikenali, tanda-tanda tersebut dapat menjadi petunjuk bagi umat Islam.
Salah satu tanda yang sering disebut adalah suasana malam yang terasa tenang dan nyaman, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin.
Selain itu, pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya lembut dan tidak terlalu menyilaukan.
Namun para ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar memiliki hikmah tersendiri.
Dengan tidak mengetahui tanggal pastinya, umat Islam didorong untuk bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan, bukan hanya pada satu malam saja.
Dengan memanfaatkan malam-malam tersebut, umat Islam memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pahala berlipat ganda serta keberkahan yang luar biasa dari Allah SWT.***