
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Krisis air bersih akibat kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara. Hingga Senin (31/8/2026), sebanyak 8.642 kepala keluarga atau 29.110 jiwa tercatat terdampak, tersebar di 42 desa dan tujuh kelurahan pada 12 kecamatan.
Di tengah kondisi tersebut, keluarga besar Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Banjarnegara turun tangan dengan menyalurkan puluhan tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
Pelepasan bantuan dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara, Hendro Cahyono, dari halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Senin (31/8/2026).
Sekda Banjarnegara Hendro mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar Korpri, baik dari organisasi perangkat daerah (OPD) maupun jajaran di tingkat kecamatan.
Menurutnya, penentuan lokasi penerima bantuan diserahkan kepada BPBD karena lembaga tersebut memiliki data dan pemetaan wilayah yang paling membutuhkan pasokan air bersih.
“Hari ini kita hadir bersama untuk memberangkatkan bantuan air bersih dari keluarga besar Korpri Banjarnegara. Sasaran distribusi kami serahkan sepenuhnya kepada BPBD yang paling memahami peta wilayah masyarakat terdampak,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran BPBD Banjarnegara yang terus bekerja menangani dampak kekeringan, termasuk melakukan distribusi air kepada masyarakat. Hendro juga mengajak instansi pemerintah, masyarakat, serta para dermawan untuk ikut membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Aji Piliroso, mengatakan pada tahap awal distribusi, pihaknya menyiapkan sekitar 23 hingga 30 tangki air bersih.
Masing-masing tangki memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter. Bantuan tersebut didistribusikan ke 12 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Pagedongan, Bawang, Mandiraja, hingga Klampok.
“Untuk tahap awal ini ada sekitar 23 hingga 30 tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter yang disalurkan ke 12 lokasi. Di daerah yang paling parah, kebutuhan bisa mencapai enam hingga 11 tangki per hari dengan pola distribusi bergiliran,” katanya.
Pola distribusi bergiliran diterapkan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah lain yang juga mengalami kekurangan air bersih.
Berdasarkan data BPBD Banjarnegara hingga 31 Agustus 2026, bantuan air bersih untuk penanganan kekeringan telah mencapai 1.334 trip dengan total volume sekitar 5.590.700 liter.
Bantuan tersebut telah menjangkau 8.642 KK atau 29.110 jiwa yang terdampak kekeringan. Wilayah terdampak tercatat meliputi 42 desa dan tujuh kelurahan di 12 kecamatan.
Besarnya cakupan wilayah tersebut menunjukkan kebutuhan air bersih masih cukup tinggi. Karena itu, distribusi bantuan terus dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan daerah yang mengalami kondisi paling parah.
Pemerintah daerah berharap dukungan berbagai pihak dapat terus mengalir selama kondisi kekeringan berlangsung. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menggunakan persediaan air secara bijak sambil menunggu datangnya hujan.