
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS-Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Banjarnegara. Kekeringan yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah kini merambah Dusun Karanggedang, Desa Jalatunda, RT 02 RW 03, Kecamatan Mandiraja. Sebanyak 66 kepala keluarga atau sekitar 245 jiwa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara yang juga Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi PMI Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan distribusi air bersih dilakukan setelah Posko PMI menerima laporan dan permohonan bantuan dari masyarakat yang mulai mengalami krisis air akibat berkurangnya sumber mata air di wilayah tersebut.
“Setelah menerima permintaan bantuan dari warga, kami bersama BPBD segera melakukan distribusi air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Saat ini ada 66 kepala keluarga dengan total sekitar 245 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Aji, memasuki puncak musim kemarau, potensi meluasnya wilayah terdampak kekeringan di Banjarnegara perlu terus diantisipasi. Karena itu, BPBD bersama PMI melakukan pemantauan secara berkala terhadap daerah-daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Distribusi air bersih menjadi salah satu langkah darurat untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih, terutama untuk kebutuhan memasak, minum, dan sanitasi.
Pemerintah dan relawan juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung.
PMI Banjarnegara dan BPBD Banjarnegara memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami kekeringan. Warga yang membutuhkan bantuan diharapkan segera melaporkan kondisi di lingkungannya agar distribusi air bersih dapat dilakukan tepat sasaran.
Memasuki musim kemarau tahun ini, ancaman kekeringan diperkirakan masih berpotensi meluas di sejumlah wilayah Banjarnegara, terutama daerah yang mengandalkan sumber mata air dan sumur dangkal. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar dampak kekeringan dapat diminimalkan serta kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.