
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Keterbatasan anggaran akibat kebijakan refokusing tidak menjadi alasan bagi Kabupaten Banjarnegara untuk menurunkan target prestasi pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Di tengah berbagai keterbatasan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara tetap optimistis mampu membawa kontingen Banjarnegara menembus tujuh besar pada pesta olahraga terbesar tingkat provinsi yang akan berlangsung di Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026.
Tekad tersebut terus dijaga melalui semangat kebersamaan antara atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, hingga jajaran pengurus KONI Banjarnegara. Mereka berkomitmen menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk terus berjuang meraih prestasi terbaik.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, mengakui bahwa persiapan menuju Porprov tahun ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain keterbatasan anggaran, sejumlah cabang olahraga juga masih dihadapkan pada minimnya fasilitas penunjang dan sarana latihan.
Menurutnya, beberapa cabang olahraga seperti balap sepeda, atletik, sepatu roda, dan sejumlah cabang lainnya hingga kini belum memiliki fasilitas latihan yang ideal. Kondisi tersebut membuat proses pembinaan atlet harus dilakukan dengan berbagai penyesuaian.
“Refokusing anggaran memang memberikan dampak terhadap program pembinaan. Kalau sebelumnya beberapa atlet bisa menjalani latihan di luar Banjarnegara dengan fasilitas yang lebih lengkap, sekarang mereka harus memaksimalkan sarana yang tersedia di daerah. Namun kondisi itu tidak pernah mengurangi semangat mereka untuk terus berlatih dan menjadi yang terbaik,” kata Ahong, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan, semangat juang para atlet justru menjadi kekuatan utama Banjarnegara menghadapi persaingan di Porprov XVII Jawa Tengah. Di tengah berbagai keterbatasan, para atlet tetap menjalani program latihan secara disiplin dengan didampingi para pelatih dan pengurus cabang olahraga.
KONI Banjarnegara, lanjut Ahong, juga terus melakukan pendampingan terhadap seluruh cabang olahraga agar program persiapan tetap berjalan sesuai target meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada.
“Bentuk komitmen itu terlihat dari semua pihak. Atlet tetap berlatih dengan penuh semangat, pelatih terus mendampingi, pengurus cabang olahraga bekerja keras menjaga program pembinaan, dan KONI hadir memberikan pendampingan serta memastikan persiapan tetap berjalan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ahong memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet yang disebutnya sebagai patriot olahraga Banjarnegara. Baginya, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para atlet menjadi energi besar bagi seluruh pengurus KONI untuk terus bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Yang paling membanggakan adalah semangat juang mereka tidak pernah padam. Justru kondisi ini menjadi penyemangat bagi kami semua untuk terus bergerak. Kebersamaan inilah yang menjadi spirit kami dalam menyalakan semangat juara demi Banjarnegara,” katanya.
Di sisi lain, Ahong juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang tetap memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga meskipun dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, dan atlet menjadi modal penting dalam mewujudkan target prestasi di Porprov tahun ini.
Ia optimistis kolaborasi tersebut akan menjadi kekuatan utama Banjarnegara untuk bersaing dengan daerah lain yang memiliki fasilitas dan dukungan anggaran lebih besar.
“Kami memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Namun dengan kebersamaan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah, kami yakin target masuk tujuh besar masih sangat mungkin diwujudkan. Semangat juara itu terus kami nyalakan di setiap cabang olahraga,” katanya.
Porprov XVII Jawa Tengah 2026 diproyeksikan menjadi ajang pembuktian bagi atlet-atlet terbaik Banjarnegara. Di tengah keterbatasan sarana dan anggaran, mereka tidak hanya membawa ambisi meraih medali, tetapi juga semangat membuktikan bahwa prestasi dapat lahir dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi yang kuat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan hingga menjelang pelaksanaan Porprov di Semarang Raya pada akhir Oktober mendatang, Banjarnegara berharap mampu mencatatkan sejarah baru melalui pencapaian target tujuh besar, sekaligus mempertegas bahwa semangat juang ditentukan oleh tekad yang kuat untuk terus berprestasi.