
SERAYUNEWS – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap, Ira Tanti Syamsul Auliya Rachman, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri pembinaan kelompok Majelis Taklim tingkat Kabupaten Cilacap, Selasa (3/3/2026), di Masjid Baitussalam Al-Khoeri, Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya.
Ira menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa pelaku kekerasan kerap berasal dari lingkungan terdekat korban.
“Cilacap harus mengantisipasi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami mengajak agar seluruh elemen masyarakat tidak acuh tak acuh sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cilacap bisa dihindari,” ujarnya.
Menurut Ira, pengawasan orang tua menjadi faktor paling penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Anak-anak diimbau bermain dengan teman seusianya serta tetap berada dalam pantauan keluarga.
Orang tua juga diminta tidak membiarkan anak bermain tanpa pengawasan karena berpotensi membuka celah terjadinya tindak kekerasan.
Ia turut mengingatkan agar kebiasaan yang selama ini dianggap sepele tidak dinormalisasi.
“Kami juga mengajak agar orang tua tidak menormalisasikan anaknya dicium orang lain. Selain menghindari penyakit, itu juga untuk menghindari tindak kekerasan,” katanya.
Ira menegaskan, kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat terjadi di mana saja, termasuk di lingkungan pendidikan maupun lingkungan keagamaan. Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan di seluruh lini.
“Saya juga mengimbau, kalau punya anak laki-laki ya dimandikan sama bapaknya. Kalau punya anak perempuan ya dimandikan ibunya. Jadinya tidak menormalisasikan percampuran untuk hal yang sifatnya privasi,” jelasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan.
“Laporkan kepada RT/RW atau Kades apabila mengetahui tindak kekerasan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ira juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk lansia, 50 santunan bagi anak yatim piatu dan duafa, 50 tas sekolah, serta 10 paket perlengkapan ibadah.
Sementara itu, pemateri dari Pokja I TPPKK Cilacap, Ismah Warsid, memaparkan program PAPAN CINTA (Pencegahan dan Pendampingan Kekerasan pada Perempuan dan Anak).
Ia menilai, faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kekerasan.
“Kebanyakan karena masalah ekonomi. Makanya kita juga harus menolong sekitar yang mengalami kesulitan ekonomi,” ujarnya.