
SERAYUNEWS- Kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 atau Liga 2 Indonesia resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan pekan ke-16.
Memasuki fase krusial musim ini, peta persaingan di papan klasemen sementara Grup 1 (Barat) dan Grup 2 (Timur) semakin sengit, terutama dalam perebutan tiga besar.
Selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan di pekan-pekan mendatang menjadi penentu nasib klub, baik dalam perburuan promosi maupun upaya menghindari zona degradasi.
Melansir keterangan resmi di laman I-League, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya mengenai klasemen Pegadaian Championship 2025/26 yang memanas:
Di Grup 1 atau Grup Barat, Garudayaksa FC masih bertahan di puncak klasemen dengan raihan 30 poin dari 16 pertandingan. Namun, posisi mereka belum sepenuhnya aman.
Tepat di bawahnya, Adhyaksa FC Banten terus membayangi dengan koleksi 29 poin, hanya terpaut satu angka dari pemuncak klasemen. Sementara itu, Sumsel United juga masih berada dalam jalur persaingan dengan mengemas 27 poin di peringkat ketiga.
Menariknya, Garudayaksa FC justru tengah berada dalam tren kurang meyakinkan. Dalam empat laga terakhir, mereka gagal mencatat kemenangan dengan rincian tiga hasil imbang dan satu kekalahan.
Situasi ini membuat jarak poin dengan para pesaing semakin menipis dan membuka peluang perubahan posisi di puncak klasemen.

Berbanding terbalik dengan sengitnya persaingan papan atas, kondisi memprihatinkan masih dialami Sriwijaya FC. Klub asal Sumatera Selatan itu hingga pekan ke-16 masih terdampar di dasar klasemen Grup Barat dengan hanya mengoleksi dua poin.
Sriwijaya FC tertinggal cukup jauh dari Persekat Tegal yang berada di peringkat ke-9 dengan 17 poin, membuat perjuangan mereka untuk keluar dari zona degradasi semakin berat di sisa kompetisi.
Persaingan tak kalah panas juga terjadi di Grup 2 atau Grup Timur. PS Barito Putera masih memimpin klasemen dengan raihan 36 poin, namun terus mendapatkan tekanan ketat dari dua rival terdekat.
Di posisi kedua, PSS Sleman mengoleksi 34 poin, sementara Persipura Jayapura membuntuti di peringkat ketiga dengan 33 poin. Selisih yang sangat tipis ini membuat peluang perubahan klasemen terbuka lebar.
Menariknya, pada pekan ke-16, ketiga tim papan atas tersebut sama-sama gagal meraih kemenangan. Barito Putera bermain imbang 1-1 kontra Persipura Jayapura, sementara PSS Sleman juga harus puas berbagi poin dengan skor serupa saat menghadapi Persela Lamongan.
Di bawah tiga besar, Kendal Tornado FC menempati peringkat keempat dengan 29 poin. Kemenangan telak atas Persipal FC pada pekan ke-16 menjadi modal penting bagi Laskar Badai Pantura untuk terus menekan papan atas klasemen Grup Timur.
Sementara itu, persaingan di papan bawah Grup Timur juga tak kalah krusial. Persipal FC masih menghuni posisi terbawah dengan raihan enam poin.
Di atasnya, PSIS Semarang berada di peringkat ke-9 dengan delapan poin, disusul Persiba Balikpapan di posisi ke-8 dengan 11 poin.
Setiap laga tersisa menjadi laga hidup-mati bagi tim-tim tersebut untuk menghindari degradasi.
Garudayaksa FC – 30 poin
2. Adhyaksa FC Banten – 29 poin
3. Sumsel United – 27 poin
4. FC Bekasi City – 24 poin
5. PSMS Medan – 23 poin
6. Persiraja Banda Aceh – 23 poin
7. Persikad – 22 poin
8. PSPS Pekanbaru – 20 poin
9. Persekat Tegal – 17 poin
10. Sriwijaya FC – 2 poin
PS Barito Putera – 36 poin
2. PSS Sleman – 34 poin
3. Persipura Jayapura – 33 poin
4. Kendal Tornado FC – 29 poin
5. Deltras FC – 27 poin
6. Persela Lamongan – 26 poin
7. Persiku Kudus – 14 poin
8. Persiba Balikpapan – 11 poin
9. PSIS Semarang – 8 poin
10. Persipal FC – 6 poin
Dengan selisih poin yang semakin tipis di berbagai sektor klasemen, pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/26 diprediksi bakal berlangsung semakin panas dan penuh tensi.
Baik perebutan tiket promosi di papan atas maupun pertarungan keluar dari zona degradasi dipastikan menyuguhkan duel-duel krusial yang sayang untuk dilewatkan.