Senin, 4 Juli 2022

Korban Tertabrak Kereta Pasundan, diduga Kuat Bunuh diri

CILACAP,SERAYUNEWS – Korban meninggal di jalur rel kereta api akibat tertabrak kereta pasundan, sore tadi diduga kuat bunuh diri. Seorang warga Desa Mujur Kecamatan Kroya, tertabrak Kereta Api Pasundan. Persitiwa kecelakaan itu terjadi di Desa Bajing Kulon Kecamatan Kroya, Senin (22/1/2018). Korban meninggal di lokasi kejadian karena mengalami luka yang cukup parah.

kereta api, tabrakan kereta, bunuh diri
Polisi mengevakuasi korban tertabrak Kereta Pasundan di Desa Bajing Kulong Kecamatan Kroya, Selasa (22/1/2018) sore

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasubaghumas AKP R Bintoro mengungkapkan, setelah mendapat laporan adanya orang tertabrak kereta, petugas dari Mapolsek Kroya langsung mendatangi TKP. Bersama dengan petugas dari Satuan Lalu Lintas Pos Polisi Kroya, petugas melakukan olah TKP dan memeriksa para saksi.

Baca juga  Berawal Adu Mulut Kelompok Suporter, Pertandingan Futsal di SMK Telkom Purwokerto Dibubarkan Polisi

“TKP tepatnya di KM 3975/6 Kroya – Sikampung, RT 01 RW 02 Desa Bajing Kulon Kecamatan Kroya kejadianya sekitar pukul 17.15 WIB. Polisi mendapat laporan sekitar pukul 17.30 WIB,” jelasnya.

Dari hasil olah TKP, kata dia, korban diduga kuat sengaja jongkok di tengah rel kereta. Sebelum kejadian, Supeno (45) memarkir sepeda motor bernomor polisi R 2845 PP

di warung milik Rudi warga RT 01 RW 03 Desa Bajing Kulon Kecamatan Kroya. Korban kemudian sempat pamit pergi untuk buang air kecil. Tak berselang lama, warga sekitar dan pemilik warung melihat korban sedang dalam posisi jongkok persis di tengah rel kereta api. Bersamaan dengan itu, Kereta Api Pasundan melaju dari arah timur menuju barat.

Baca juga  Diduga Depresi, Warga Sumbang Banyumas Nekat Gantung Diri

“Korban langsung tertabrak KA Pasundan dengan nomor lokomotif CC2039813 dan terseret lebih dari 100 meter,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan tersebut terjadi saat korban menyebrang di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Bajing Kulon Kecamatan Kroya. (Baca :Warga Kroya Tertabrak Kereta Pasundan) Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto mengatakan, setiap kali ada kejadian temperan berita kronologi, orang yg menemper bukan kereta yang menemper.

“Dari penyebutan kita bukan tertabrak tetapi tertemper karena kereta punya jalur sendiri,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini