
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS – Musim kemarau yang semakin panjang mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Banjarnegara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mencatat sebanyak 5.090 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan yang melanda 20 desa dan lima kelurahan di 10 kecamatan.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Banjarnegara mengerahkan tujuh tim distribusi air bersih yang secara serentak menyalurkan bantuan ke wilayah-wilayah terdampak pada Senin (3/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan musim kemarau yang disertai minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan wilayah terdampak kekeringan terus bertambah.
“Hingga saat ini terdapat 5.090 kepala keluarga yang terdampak kekeringan dan menerima manfaat dari distribusi air bersih yang tersebar di 20 desa dan lima kelurahan pada 10 kecamatan. Kami terus mengoptimalkan distribusi air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau,” kata Aji.
Menurutnya, BPBD membagi personel ke dalam tujuh tim agar distribusi air bersih dapat menjangkau lebih banyak wilayah secara cepat dan efektif.
Tim pertama melayani wilayah Kecamatan Bawang, meliputi Desa Wanadri di wilayah Karangpucung dengan satu tangki air, Desa Serang sebanyak tiga tangki yang dipusatkan di penampungan Balai Desa Serang, serta Desa Gemuruh dengan satu tangki air bersih.
Sementara itu, tim kedua mendistribusikan air ke wilayah Kebondalem dengan titik penyaluran di Dusun Kwali, kemudian melanjutkan distribusi ke Desa Serang dengan lokasi penampungan di dekat SD Negeri Serang.
Tim ketiga menyasar sejumlah titik di Desa Wanadri, yakni wilayah Silangit dan Sumingkir, sebelum melanjutkan distribusi ke Desa Gemuruh.
Distribusi air bersih juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara. Tim keempat yang menggunakan mobil tangki PMI menyalurkan air ke Karangpucung, Desa Serang dengan titik penampungan di Karangsempu, serta Desa Gemuruh.
Adapun tim kelima bertugas melayani masyarakat di wilayah Srikandi dan Rawagembol, Kecamatan Purwareja Klampok, yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Sedangkan tim keenam dan ketujuh mendistribusikan bantuan ke Desa Gemuruh, Rakitan, serta beberapa titik di wilayah Kota Banjarnegara yang membutuhkan pasokan air bersih.
Aji menegaskan BPBD akan terus memperbarui pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar distribusi air bersih dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain mengerahkan armada BPBD, penanganan krisis air bersih juga dilakukan melalui kolaborasi dengan PMI dan relawan kebencanaan sehingga distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.
BPBD juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Berdasarkan prakiraan musim kemarau, potensi kekeringan diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Karena itu, pemerintah daerah terus meningkatkan kesiapsiagaan agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi dan dampak kekeringan dapat diminimalkan.