
CILACAP, SERAYUNEWS – Seekor paus tutul kembali ditemukan terdampar di pesisir selatan Kabupaten Cilacap. Mamalia laut tersebut ditemukan dalam kondisi mati di Pantai Bleberan, Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Selasa (14/7/2026) pagi.
Penemuan bangkai paus itu langsung menarik perhatian warga sekitar. Peristiwa ini menjadi temuan ketiga paus tutul yang terdampar di wilayah pesisir selatan Cilacap dalam tiga bulan terakhir.
Ketua Konservasi Penyu Nagaraja Cilacap, Jumawan, mengatakan paus tutul yang ditemukan kali ini berukuran lebih kecil dibandingkan dua paus yang sebelumnya terdampar di Cilacap.
Menurutnya, panjang tubuh paus diperkirakan mencapai sekitar 4 hingga 5 meter dan saat ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Ukurannya sekitar 4 sampai 5 meter, lebih kecil dibandingkan paus tutul yang sebelumnya ditemukan di Cilacap. Saat ditemukan pagi tadi kondisinya sudah mati,” ujar Jumawan.
Jumawan menduga paus tutul tersebut terlalu mendekati kawasan pesisir ketika sedang mencari makan. Kondisi perairan yang dangkal diduga membuat satwa itu kesulitan kembali ke laut lepas hingga akhirnya terdampar.
“Kalau dugaan sementara, kemungkinan sedang mencari makan lalu terlalu ke pinggir sehingga akhirnya terdampar,” jelasnya.
Meski demikian, penyebab pasti kematian paus masih belum diketahui. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah terdapat faktor lain yang menyebabkan mamalia laut tersebut mati sebelum terdampar.
Temuan ini telah dilaporkan kepada instansi terkait agar proses penanganan dilakukan sesuai prosedur.
Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di Kabupaten Cilacap. Sebelumnya, dua paus tutul juga ditemukan terdampar di kawasan pantai selatan Cilacap pada Mei 2026.
Rentetan kejadian tersebut menjadi perhatian pegiat konservasi karena menunjukkan mamalia laut berukuran besar masih sering memasuki perairan pesisir selatan Jawa.
Perairan Cilacap yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia merupakan salah satu jalur jelajah berbagai jenis mamalia laut, termasuk paus tutul. Kawasan ini dikenal memiliki sumber pakan yang melimpah sehingga kerap menjadi lokasi pencarian makan.
Dalam kondisi tertentu, paus diduga mengejar kawanan ikan hingga memasuki perairan yang semakin dangkal. Situasi itu berisiko membuat mamalia laut kesulitan bermanuver dan kembali ke laut lepas sehingga akhirnya terdampar.
Pegiat konservasi mengimbau masyarakat agar tidak mengambil maupun merusak bagian tubuh satwa yang terdampar.
Warga juga diminta segera melaporkan temuan mamalia laut kepada petugas berwenang atau komunitas konservasi agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan sesuai prosedur.